Senin 29 November 2021, 16:53 WIB

Umrah Uji Coba Segera Diberangkatkan, Pesertanya Pimpinan PPIU

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Umrah Uji Coba Segera Diberangkatkan, Pesertanya Pimpinan PPIU

AFP
Majsidil Haram di Kota Mekah, Arab Saudi

 

SETELAH kerajaan Saudi Arabia mencabut larangan travel atau travel ban untuk Indonesia mengunjungi tanah suci, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama sepakat akan melakukan pemberangkatan ujicoba.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI) Firman M Nur, langkah tersebut diambil agar setiap penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) dapat memahami detil teknis pelayanan jemaah di tanah suci.

“Pemberangkatan ujicoba dengan memberangkatkan para pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), tujuannya agar setiap PPIU memahami secara detail SOP pelayanan jamaah yang menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan jamaah dan memenuhi semua ketentuan penanganan Covid-19 selama di Tanah suci dan perjalanan,” kata Firman dalam keterangan resmi, Senin (29/11).

Kebijakan terkait vaksin covid-19 dan karantina jamaah umrah dari luar negeri memberikan angin segar bagi umat muslim dari seluruh dunia, termasuk Indonesia yang sudah sangat merindukan Baitullah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan tentunya kabar baik ini sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia yang hampir dua tahun menahan rindu untuk bisa beribadah di Tanah Suci,” kata Firman di Jakarta, Senin (29/11).

Baca juga: Komunitas Sedulur Gravel Gelar Vaksinasi Covid-19

Sebelumnya Pemerintah Saudi telah mengeluarkan kebijakan bahwa dosis lengkap vaksin covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan visa umrah. Kemudian, jamaah umrah dengan visa umrah yang divaksinasi dengan dosis vaksin yang disetujui di Kerajaan Saudi, diizinkan untuk langsung memulai umrah, dan tidak perlu karantina.

Sementara bagi jamaah umrah dengan visa umrah yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO akan menjalani karantina selama 3 hari. Selain itu harus tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina. Apabila hasil tes PCR negative, maka jamaah bisa langsung Umrah.

Otoritas penerbangan Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), pada 25 November 2021 lalu telah memperbarui aturan penerbangan internasionalnya. Yakni, terhitung 1 Desember 2021, penerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju ke Arab Saudi.

Menurut Firman, pencabutan status suspend oleh Saudi menjadi harapan besar bagi masyarakat muslim Indonesia untuk dapat segera sistem visa Umrah dibuka, sehingga kegiatan ibadah umrah segera dapat dilaksanakan kembali.

Terpisah, Komisi VIII DPR RI akan menggelar rapat kerja dengan Kementerian Agama Republik Indonesia terkait pelaksanaan umrah pada tahun 2021. Anggota Komisi VIII, Ace Hasan Sadzily mengatakan, rapat kerja dengan Kemenag akan berlangsung Selasa, 30 November 2021.

Baca juga: Cegah Omicron, Larangan Masuk WNA dari 11 Negara Mulai Berlaku Besok

Sebelumnya, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah mencabut larangan travel bagi Indonesia untuk datang ke arab Saudi. Menteri Agama, Gus Yaqut Cholil Qoumas, beserta dengan Ketua Komisi VIII DPR RI melakukan pertemuan dengan Menteri Urusan Agama dan Menteri Haji Arab Saudi beberapa hari yang lalu.

Larangan terbang atau suspend diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021. Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.

"Secara khusus, Komisi VIII akan mengundang Menteri Agama untuk membahas perkembangan penyelenggaraan umroh yang sudah seharusnya segera ditindaklanjuti secara teknis dalam penyelenggaraannnya. Kami juga ingin memastikan tentang protokol kesehatan yang dipenuhi dalam penyelenggaraan umroh ini," ujar Ace.

"Kami juga akan membahas kemungkinan persiapan penyelenggaraan Haji tahun 2022 yang harus segera dibahas dengan melihat kondisi obyektif saat ini," sambung Politisi Partai Golongan Karya tersebut. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Asprilla Dwi Adha

Ini Alasan Kemendikbudristek Kukuh Pertahankan PTM Meski Kasus Omikron Meningkat 

👤Faustinus Nua 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:40 WIB
"PTM sangat urgen, kita sudah menutup sekolah hampir dua tahun dan selama waktu tersebut banyak kejadian luar biasa diantaranya...
Dok. Pribadi

Alat Masak Berkualitas Ikut Tentukan Kelezatan Makanan 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:37 WIB
Dilansir dari healthline, alat masak seperti panci dan wajan yang tidak berkualitas bisa jadi sampah menumpuk karena orang-orang tidak akan...
Ist

Hari Pendidikan Internasional, LSM di Indonesia Dorong Menu Berbasis Nabati

👤Eni Kartinah 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:12 WIB
Sinergia Animal ingin mendorong institusi untuk menyediakan makanan yang lebih ramah iklim dan lebih sehat kepada siswa  sejalan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya