Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH saat ini sedang memperkuat proses pembelajaran yang berbasis pada pengalaman belajar. Peserta didik tidak hanya dituntut untuk menghafal materi pelajaran, tetapi pembelajaran yang disampaikanharus lebih bermakna bagi peserta didik. Oleh karena itu, pola-pola pembelajaran tidak lagi identik dengan ruang kelas, namun harus lebih fleksibel, aplikatif, dan menyenangkan.
Sebagai upaya mendorong agar peserta didik lebih mampu menginternalisasikan materi pelajaran secara aplikatif, Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Madani Utama (SDIT IMU) melakukan program Market Day. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (24/11) itu secara khusus juga ingin menguatkan semangat entrepreneurship kepada peserta didik sejak dini.
"InsyaAllah, Market Day yang kita gelar hari ini merupakan bentuk implementasi dari SDIT IMU dalam menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang aplikatif. Secara khusus disini, kita ingin agar anak-anak didik kami bisa belajar menjadi seorang entrepreneur sejak dini, mulai dari belajar tata kelola penjualan, komunikasi, dan team work," ujar Siti Sugiarti, Kepala SDIT IMU.
Ia menambahkan, selain melibatkan peserta didik, program Market Day juga melibatkan orang tua siswa dan guru secara intensif.
Baca juga : Danone Indonesia Gandeng LP Ma’arif NU Gelar Edukasi Gizi untuk Remaja
"Mulai dari rencana, persiapan, sampai pelaksanaannya banyak melibatkan orang tua siswa, komite, dan para guru. Harapan kami tentu, selain untuk meningkatkan bonding antara siswa dengan orang tuanya, juga untuk mempereratkan tali silaturahim, baik sesama orang tua maupun antara guru dengan orang tua murid," jelasnya.
Untuk diketahui, SDIT IMU berlokasi di Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Sejak kehadirannya pada 2016, SDIT IMU telah menjadi salah satu sekolah pilihan bagi orang tua siswa dalam melanjutkan studi anaknya.
Ketua Yayasan Insan Madani Utama Agung Supriyanto menambahkan, SDIT IMU didirikan dengan salah satu tujuan agar menjadi SD rujukan dalam membina peserta didik secara integratif baik secara intelektual (IQ), emosional (EQ), dan juga sisi spiritual (SQ).
"Jadi Visi dari SDIT IMU ini adalah untuk menjadi SD rujukan dalam membina generasi pembelajar yang sholeh, muslih, cerdas,mandiri,dan terampil dalam menghadapi tantangan global. InsyaAllah, dari sini, kita secara kolaboratif terus berikhtiar untuk membentuk karakter siswa yang paripurna, termasuk dalam menumbuhkan semangat kewirausahaannya, InsyaAllah" jelas ketua yayasan yang menaungi SDIT IMU ini. (RO/OL-7)
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved