Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Antonia Anna Lukito tidak menyarankan mereka yang mengalami gagal jantung meminum banyak air.
"Dalam kondisi seseorang dengan masalah jantung, minum yang banyak menambah beban jantung," kata dia dalam webinar bertajuk "Deteksi Dini Jantung: Apakah Mungkin?", pekan lalu.
Dokter yang berpraktik di Siloam Hospital Lippo Village itu mengatakan, pada kondisi jantung yakni lemah jantung dan gagal jantung, asupan air terlalu banyak bisa menyebabkan kerja jantung bertambah tinggi dan membuatnya lebih lelah.
Baca juga: Pengkuran Tensi Terbaik Adalah Saat Subuh
"Banyak dokter jantung pada kondisi jantung tertentu yakni lemah jantung dan gagal jantung biasanya merekomendasikan tidak boleh minum terlalu banyak. Secukupnya, sesuai jumlah yang dianjurkan," kata dia.
Asupan cairan ini tidak sebatas pada air putih tetapi juga pada makanan dengan kandungan air tinggi seperti buah-buahan tertentu, kuah sup, dan lainnya.
Menurut Antonia, pembatasan asupan air juga biasanya diterapkan pada kondisi penyakit jantung katup dan mereka yang baru saja mengalami serangan jantung.
Berbicara jumlah, maka bisa bervariasi. Pada mereka yang sudah terkena gagal ginjal, asupan air yang diperbolehkan 1.000-1.500 cc per 24 jam, dengan syarat pasien tidak diam-diam mendapatkan air dari sumber lainnya.
"Pasien kalau sudah haus apapun dilakukan. Itu kita sebenarnya kalau haus, rongga mulut sampai ke tenggorokan. Badan kita tidak haus, fine-fine saja, selama kencing lancar dan bening, tidak kekurangan cairan," kata dia.
Bila rongga mulut haus, pasien disarankan berkumur untuk menghilangkan rasa haus di lokasi itu dan bisa menelan air pada tegukan terakhir.
Pada mereka dengan kondisi gagal jantung mengalami sejumlah gejala antara lain lemas, melakukan aktivitas sehari-hari menjadi terbatas semisal biasanya sanggup naik tangga lantai 3 sekarang 1 lantai saja sudah capek.
Gejala lainnya, penumpukan cairan di paru sehingga pasien jadi batuk, susah napas padahal tidak ada riwayat sakit paru, selain itu muncul bengkak berupa penumpukan cairan di tungkai bawah mata kaki tungkai paha dan bahkan perut.
"Sesak atau tidak mampu tidur terlentang, ini waspada ada cairan di jantung atau paru. Tidak boleh menunda ke dokter," pesan Antonia. (Ant/OL-1)
Setiap menit keterlambatan dalam menangani sumbatan pembuluh darah berarti semakin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan permanen.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Minum banyak air merupakan cara untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terindrasi. Namun, minum banyak air saja tidak akan menyembuhkan eksim.
Jangan hanya minum kalau haus saja. Pokoknya secara regular minum sedikit-sedikit. Kalau minum seperti itu tidak akan sering kencing.
Penelitian menunjukkan, selama berpuasa konsumsi cairan cenderung lebih rendah dibanding saat tidak berpuasa. Yuk, penuhi kebutuhan minum dengan metode 2-4-2!
Minum air yang cukup juga dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan, seperti batu ginjal, infeksi saluran kemih, dan sembelit.
Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin tidak mendapatkan kualitas tidur terbaik atau mengapa Anda bangun dengan perasaan lelah. Ada
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi tahun 2013, rata-rata orang dewasa sehat dianjurkan untuk mengonsumsi 2 liter air per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved