Kamis 18 November 2021, 13:48 WIB

Tidak Semua Orang Terpapar Covid-19 Muncul Autoimun

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Tidak Semua Orang Terpapar Covid-19 Muncul Autoimun

MI/Pius Erlangga.
Alvina Widhani.

 

DOKTER spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan alergi immunologi Dr dr Alvina Widhani menjelaskan bahwa autoimun pascacovid-19 bisa terjadi tergantung dari respons tubuh yang sangat menentukan manifestasi dari virus tersebut. Seseorang yang terpapar covid-19 bergejala sedang, kritis, atau tidak bergejala hal itu bukan hanya dipengaruhi oleh virus tetapi juga kekebalan tubuh yang merespons.

"Jika respons sesuai tidak terlalu rendah dan tidak berlebihan, covid-19 bisa sembuh dengan baik atau gejala ringan. Jadi tidak semua orang terpapar covid-19 bisa muncul autoimun. Semua tergantung dari genetik orang tersebut," kata Alvina dalam diskusi daring Autoimun Pascacovid-19, Kamis (18/11).

Ada juga faktor yang memengaruhi kekebalan tubuh seperti hormon. Karenanya, autoimun lebih banyak pada perempuan karena faktor hormonal menentukan respons ikut berperan serta. Autoimun merupakan suatu gangguan dari kekebalan tubuh. Jika secara normal, respons kekebalan tubuh hanya bereaksi melawan dari infeksi atau bakteri. Namun autoimun juga menyerang sel tubuh sendiri.

Seseorang yang memiliki penyakit autoimun memiliki gangguan dari respons imunnya sehingga tidak bisa membedakan antara bakteri, virus, atau sel tubuh yang seharusnya tidak boleh dihancurkan. Autoimun menganggap seolah-olah semua seperti benda asing.

"Akibatnya terjadi kerusakan pada berbagai sel tubuh atau organ tubuh. Penyakit autoimun bisa muncul kepada seseorang yang memiliki kerentanan dari faktor genetik. Jadi ada faktor genetik yang membuat imunnya tidak bisa berfungsi dengan baik," ujar Alvina.

Baca juga: Ini Cara Agar tidak Mudah Sakit Saat Musim Hujan di Tengah Pandemi

Alvina menyebut bahwa autoimun juga terkadang tidak langsung muncul sejak dini. Ada juga yang muncul pada usia 20-30 tahun atau bahkan lebih tua. Ini karena banyak faktor yang baru memicu walaupun sudah kelainan kekebalan tubuh sejak kecil tetapi tidak aktif. Autoimun baru muncul ketika ada pemicu seperti infeksi covid-19, hepatitis, dan bakteri. Selain itu, jenis autoimun sangat banyak, bisa lebih dari 100 jenis dengan sifat yang bervariasi seperti menyerang lokal atau organ tertentu saja atau bersifat sistemis berbagai organ tubuh atau menyerang organ saraf. (OL-14)

Baca Juga

DOK Perbanas Institute

Perbanas Institute Sediakan Rp2,5 Miliar Beasiswa Untuk Mahasiswa Baru

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:15 WIB
PERBANAS Institute Jakarta menyediakan beasiswa senilai Rp2,5 miliar untuk calon mahasiswa baru tahun...
AFP

Alissa Wahid Minta Petugas Bimbingan Ibadah Haji Perempuan Ditambah

👤Susanto  🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:15 WIB
Mengingat, 57% dari total jemaah haji tahun ini merupakan perempuan. Sementara itu, petugas bimbingan ibadah dari unsur perempuan relatif...
Ist

Noice Gandeng Deddy Corbuzier Lewat Podcast Deddy Issues

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 19:57 WIB
NOICE kini menggandeng Deddy Corbuzier lewat podcast original bertajuk Deddy...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya