Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN ujian nasional SMP hari kedua yang mengujikan mata pelajaran matematika diwarnai ketidaksiapan siswa di beberapa sekolah. Soal matematika yang diujikan dirasa sulit oleh sebagian besar siswa.
Dari pantauan Media Indonesia di beberapa sekolah, tidak sedikit siswa yang mengaku kesulitan dalam mengerjakan soal sehingga aksi menyontek antarsiswa pun terjadi. Bahkan di SMPN 19 Jakarta Selatan, yang menggunakan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK), beberapa siswa terlihat menangis seusai jam ujian berakhir.
"Soalnya sangat sulit. Hingga waktu habis, masih ada soal yang belum saya jawab," ujar siswi SMPN 19 yang namanya minta tidak disebutkan, kemarin.
Suasana serupa dijumpai di sebuah SMPN 3 Cibinong, Jawa Barat. Banyak siswa pada detik-detik terakhir terlihat panik dan memutuskan mengisi lembar jawaban dengan cara ‘hitung kancing baju’.
"Lembar jawaban saya isi semua namun asal saja. Yang saya pelajari tidak keluar semua," ujar seorang siswi.
Aksi saling sontek juga terlihat di salah satu MTs di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, sekalipun sudah diawasi dua pengawas, siswa tetap berkomunikasi dan bertukar kunci jawaban. Waktu yang tersedia (2 jam) dirasakan pendek karena siswa belum menguasai soal matematika itu.
"Kami sebenarnya sudah memberikan pelajaran tambahan sebelum pelaksanaan UN," kata Julianto Kepala MTs itu.
Kekhawatiran terhadap kebocoran naskah soal terbukti. Pihak Ombudsman perwakilan Sumatra Barat, kemarin, menemukan sebanyak 20 lembar kunci jawaban beredar di dua SMP di Kota Pariaman. Asisten Ombudsman Sumbar Adel Wahidi mengatakan 20 lembar kunci jawaban ditemukan di SMP 1 dan SMP 2 Kota Pariaman.
Ia menambahkan, lembar kunci jawaban tidak hanya ditemukan di ruang kelas seperti di dalam laci meja, bawah kursi, tapi juga dari tangan siswa. "Satu kunci jawaban, yakni di SMP 1 Pariaman, kami dapati langsung dari siswanya. (Tim Media/H-1)
BGN memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu lele dan tahu dimarinasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan
SEBANYAK 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatra ditutup sementara atau di-suspend mulai 9 Maret 2026 tanpa batas waktu.
WAKIL Kepala BGN bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal bukan dirancang sebagai program bisnis
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menutup pendaftaran mitra Program Makan Bergizi Gratis. Waspadai modus jual beli titik SPPG hingga ratusan juta rupiah!
Meta sebagai pemilik platform dianggap tidak berusaha untuk melakukan moderasi konten.
Menko Airlangga Hartarto respons Fitch Ratings soal risiko fiskal program Makan Bergizi Gratis. Sebut investasi SDM beri manfaat ekonomi 7 kali lipat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved