Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA sukses menjadi tuan rumah COP-4 Minamata yang merupakan konferensi tingkat tinggi untuk pembahasan mengenai merkuri. Adapun, rencananya COP-4 Minamata kedua akan dilaksanakan pada Maret 2022 mendatang di Bali.
Untuk agenda COP-4 Minamata kedua tersebut, dikatakan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Luar Negeri Muhsin Syihab, Indonesia akan mendorong 135 negara untuk terlibat dalam Deklarasi Bali, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menghapus praktik perdagangan merkuri ilegal.
“Saat ini, Pemerintah Indonesia menunggu masukan tertulis dari negara pihak terhadap 1st consolidated text of Bali Declaration untuk dilakukan konsolidasi lanjutan di bulan Februari 2022 mendatang," kata Muhsin dalam keterangan resmi, Senin (8/11).
Selain itu, terdapat sejumlah hal yang akan dibahas di COP-4.2 nanti. Diantaranya mengenai program kerja dan anggaran agenda penghapusan merkuri di 2022.
“Indonesia mengusulkan COP-4.2 tanggal 21-25 Maret 2022 secara in person, semua yang menyampaikan tanggapan mendukung tidak ada yang menentang, namun sebagian kecil meminta untuk dilaksanakan secara hybrid, kita mengharapkan semua datang secara in person namun kita tetap mempersiapkan sekiranya hal tersebut dilaksanakan secara hybrid,” beber dia.
Baca juga : Indonesia Amankan Obat Antivirus Molnupiravir Sebelum Nataru
Presiden COP-4 Minamata Rosa Vivien Ratnawati mengungkapkan, pada COP-4.1 yang telah berlangsung sejak 1-5 November 2021, pihaknya membahas mengenai berbagai hal, salah satunya yakni jumlah bujet untuk 2022. Namun demikian, hal tersebut belum disepakati dan akan dilanjutkan pada pembahasan COP-4.2.
Ia menyatakan, bantuan pendanaan juga sangat dibutuhkan negara berkembang dalam penanganan merkuri. Namun, dengan keterbatasan pendanaan pun, perlu dicari formula atau syarat yang tepat. Di sisi lain, effectiveness evaluation menjadi topik sulit yang dibahas dalam pertemuan itu.
Vivien mengatakan hal itu perlu didorong Indonesia sebagai tuan rumah dan menjadi tugas besar untuk COP-4.2 nanti.
“Diharapkan Indonesia sebagai tuan rumah bisa mendorong efectiveness evaluation bisa diselesaikan dengan baik pada masa kepemimpinan Indonesia,” tutup dia. (OL-7)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
BALI Indonesia meraih Peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor.
BALI tetap menjadi destinasi papan atas pariwisata dunia walau diterpa berbagai isu seperti sampah, kemacetan, serta isu sepinya turis.
Meski secara konsisten masuk dalam jajaran sepuluh besar setiap tahunnya, ini adalah kali pertama Bali menempati posisi puncak dalam sejarah penilaian TripAdvisor.
Penetapan status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, kini memasuki babak pengujian hukum.
Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menjadikan Bali sebagai pioneer penanganan sampah plastik. KLH menilai jika Bali lebih progresif dan proaktif dalam menangani sampah plastik sekali pakai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved