Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 135 negara peserta konverensi para pihak (COP)-4 Konvensi Minamata sepakat untuk kembali melanjutkan pertemuan tatap muka atau secara fisik di Bali pada 21-25 Maret 2022.
Setelah mengakhiri COP-4.1 secara virtual pada Jumat (5/11) malam, negara-negara pihak sepakat untuk melakukan pertemuan secara fisik di COP-4.2. Pertemuan tatap muka yang juga menjadi agenda dalam COP-4.1 disetujui semua negara peserta.
Presiden COP-4 Konvensi Minamata Rosa Vivien Ratnawati mengatakan bahwa hampir tidak ada negara yang menolak usulan Indonesia selaku tuan rumah COP-4. Sehingga diharapkan dalam COP-4.2 di Bali nanti akan dihasilkan lebih banyak kespakatan di antara negara-negara pihak.
Baca juga: Hari Kesadaran Tsunami Dunia, BNPB: Karena Selamat Adalah Hak Kita Semua
"Jadi kita baru saja menskors sidang COP Minamata Convention bagian yang pertama karena belum selesai COP Minamata-nya. Nanti akan dilanjutkan di Bali pada bulan Maret 2022. Dan pertemuan secara fisik ini nantinya diharapkan menghasilkan kesepakatan yang lebih banyak lagi. Karean memang dengan online kita membatasi kesepakatan hanya yang bersifat administratif saja," ungkapnya dalam konferensi pers, Sabtu (6/11).
Rosa Vivien mengungkapkan kesepakatan itu merupakan salah satu hasil dari pertemuan semalam. Sebagai konverensi internasional, COP-4 bersifat terbuka sehingga Indonesia harus melakukan pendekatan dengan biro regional dan negara-negara pihak. Hal itu menurutnya dilakukan secara satu persatu dan hasilnya pun memuaskan.
"Nah memang COP suatu konverensi internasional itu biasanya bersifat terbuka. Jadi semalam sesuatu jika ada perubahan pasti harus konsultasi dulu dengan biro-biro. Biro itu anggotanya adalah regional-regional dari negar-negara misalnya Indonesia di bawah Asia Pasifik, kemdian ada regional Amerika Latin dan Karibia, ada regional Uni Eropa, Eropa timur ada Amerika. Nah itu satu-satu harus didekati nah kemudian diplomasi negosiasi untuk kita bisa menghasilkan kesepakat. Dan Alhamdulilah COP-4.2 nanti kita akan laksanakan di Bali tanggal 21-25 Maret 2022," imbuhnya.
Kesepakatan lainnya adalah terkait program work and budget. Negara-negara pihak hanya menyepakati jumlah anggaran untuk sekretariat Konvensi Minamata, untuk bantuan teknologi dan lainnya di tahun 2022. Artinya para pihak belum menentukan budget di tahun 2023.
Rosa Vivien menerangkan bahwa alasan tidak lain karena pandemi covid-19 yang masih berlangsung. Ketidakpastian situasi pandemi menjadi pertimbangan untuk tidak segera menetapkan anggaran di tahun 2023.
"Untuk tahun 2023 kita masih belum bisa menentukan karena situasi pandemi covid ini. Dan yang 2022 pun sudah disepakati masih sangat dimungkinkan untuk direvisi dengan melihat kondisi yang berikutnya," kata dia.
Rosa Vivien menegaskan bahwa Indonesia mempunyai komitmen untuk segera mengurangi dan menghapus penggunaan merkuri. Dan dengan menjadi tuan rumah Konvensi Minamata ini juga mendorong Indonesia untuk lebih aktif lagi dalam mengentaskan merkuri yang berdampak buruk pada kesehatan dan lingkungan.
Ada 4 kegiatan atau sektor yang seeing memanfaatkan merkuri yakni manufaktur, energi, kesehatan dan tambang emas skala kecil. Untuk energi dan kesehatan, aturannya sudah jelas serta implementasinya cukup baik. Begitu pula dengan manufaktur yang meski masih digunakan tapi pemerintah terus menekan penggunaannya. Sementar masih menjadi PR adalah tambang emas skala kecil yang rata-rata menggunakan merkuri ilegal lewat perdagangan ilegal. (H-3)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
DAMARA Estate Jimbaran Hijau, pengembangan hunian premium oleh Greenwoods Group bekerja sama dengan Jimbaran Hijau, secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Banyan Group.
BALI Indonesia meraih Peringkat 1 World’s Best Destination 2026, dalam ajang bergengsi Travelers’ Choice Awards: Best of the Best oleh TripAdvisor.
BALI tetap menjadi destinasi papan atas pariwisata dunia walau diterpa berbagai isu seperti sampah, kemacetan, serta isu sepinya turis.
Meski secara konsisten masuk dalam jajaran sepuluh besar setiap tahunnya, ini adalah kali pertama Bali menempati posisi puncak dalam sejarah penilaian TripAdvisor.
Penetapan status tersangka terhadap Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Bali, I Made Daging, kini memasuki babak pengujian hukum.
Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menjadikan Bali sebagai pioneer penanganan sampah plastik. KLH menilai jika Bali lebih progresif dan proaktif dalam menangani sampah plastik sekali pakai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved