Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Balai Bio Industri (BBIL), Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian menyelenggarakan fungsi penerapan dan pengembangan teknologi budidaya dan pasca panen biota laut, termasuk biota laut.
Untuk menunjang pelaksanaan fungsi tersebut, BRIN melengkapi fasilitas berupa Gedung Balai Bio Industri Laut yang diresmikan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko berlokasi di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (3/11).
"BBIL merupakan salah satu unit riset di BRIN yang memiliki keunikan sebagai Center of Excellence pengembangan produk dari sumber daya laut Indonesia," tutur Handoko, Rabu (3/11).
Dirinya menambahkan, pembangunan secara total laboratorium dan fasilitas riset di BBIL ini diharapkan dapat memicu inovasi produk laut melalui riset terkini. "Ke depan BBIL diharapkan dapat menjadi pusat dan acuan tidak hanya bagi riset nasional tetapi juga regional dengan penambahan SDM unggul berkualifikasi tinggi di bidangnya," ungkapnya.
Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Kebumian BRIN, Ocky Karna Radjasa mengatakan, hasil-hasil kajian budidaya dan pasca panen biota laut yang dikembangkan oleh BBIL sebagian telah siap untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di masyarakat.
Senada dengan Handoko, Ocky berharap BBIL dapat menjadi media transfer teknologi khususnya di bidang budidaya dan pasca panen biota laut yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perkembangan dunia perikanan dan kelautan Indonesia, khususnya di wilayah NTB. Hal inilah yang menurutnya melatarbelakangi pembangunan fasilitas gedung Balai Bio Industri Laut.
Kepala Balai Bio Industri Laut BRIN, Ratih Pangestuti menyatakan, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu upaya sosialisasi. Hal itu bisa meningkatkan kerja sama antara Balai Bio Industri Laut dengan seluruh stakeholder terkait di masa yang akan datang.
"Selain itu, melalui kegiatan peresmian fasilitas ini, BRIN dapat memperoleh tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah daerah, akademisi, instansi terkait dan masyarakat umum dalam pengembangan peran Balai Bio Industri Laut ke depan," tutur Ratih.
Sebagai informasi, sejak berdiri 1997 hingga 2020, BBIL telah dan sedang melakukan kegiatan pengembangan dan penerapan teknologi budidaya berbagai biota laut ekonomis penting, seperti sotong buluh (Sepioteuthis lessoniana), tiram mutiara (Pinctada maxima), teripang hitam (Holothuria atra), abalon tropis (Haliotis asinina), siput mata bulan (Turbo chrysostomus), teripang pasir (Holothuria scabra), lobster karang (Panulirus spp.), dan makroalga laut hijau (Ulva lactuca). Selain itu, dikembangkan juga produk diversifikasi pangan dari biota laut seperti produk olahan teripang dan makroalga laut hijau (Ulva lactuca). (H-2)
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
PENGAMAT maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Marcellus Hakeng Jayawibawa menanggapi pengembangan ekonomi berbasis maritim di Riau.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menggelar program edukasi lingkungan bertajuk Ocean LiteraSEA di SDN Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
PENDIDIKAN kelautan penting untuk memastikan generasi muda memiliki pemahaman tentang menjaga kelestarian laut. Ini diwujudkan dalam program Ocean LiteraSEA di Museum Bahari Jakarta.
BPK RI mendukung upaya pemerintah dalam menginisiasi program blue economy dengan memastikan pengelolaan yang bertanggung jawab atas aset kelautan Indonesia.
Sejumlah delegasi pemerintah Kenya hadir ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama di sektor ekonomi biru dan maritim, Oktober lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved