Jumat 29 Oktober 2021, 21:11 WIB

CiFFest 2021 Ajak Industri Fashion Beradaptasi Di Era Kenormalan Baru

Widhoroso | Humaniora
CiFFest 2021 Ajak Industri Fashion Beradaptasi Di Era Kenormalan Baru

DOK IKJ
Rektor IKJ, DR Indah Tjahjawulan

 

FAKULTAS Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Cikini Fashion Festival (CiFFest). Dalam penyelenggaran tahun kelima kali ini, CiFFest 2021 bertema 'Fashion Movement on a New Normal' berlangsung 29-30 Oktober. Untuk memenuhi protokol kesehatan, CiFFest 2021 dilaksanakan secara virtual.

"Ajang ini untuk mensosialisasikan grand strategy fashion dan merumuskan roadmap pengembangan ekonomi kreatif fashion Indonesia, mensosialisasikan perkembangan fashion di Indonesia saat ini dalam berbagai aspek pada rangkaian ekosistem industri fashion. CiFFest ini juga untuk menjalin kolaborasi dan komunikasi antarpelaku ekonomi kreatif fashion di Indonesia, baik dari akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas," ungkap Rektor IKJ, DR Indah Tjahjawulan dalam keterangannya, Jumat (29/10).

Ditambahkan, CiFFest 2021 mengangkat isu global pandemi Covid-19 yang berdampak besar mengubah tatanan hidup masyarakat dari berbagai sektor, termasuk fashion. Bukan hanya trend gaya berpakaian yang berubah, tetapi juga strategi bisnis fashion pun berubah.

"Pelaku fashion harus peka dengan kebutuhan masyarakat dan strategi pasar apa yang cocok di era new normal ini. Tema ini diangkat untuk memberikan motivasi dan ide-ide baru dalam proses berkreatifitas membangun ekosistem baru fashion di era new normal," tambahnya.

CiFFest 2021, jelasnya, juga mengangkat isu tentang sustainable fashion, yang tidak hanya bicara tentang estetika dan daya guna, tetapi juga bagaimana tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan etika dalam memperlakukan pekerja yang terlibat dalam industri fashion. "Indusri fashion merupakan salah satu penyumbang limbah dan polusi terbesar. Melalui kegiatan CiFFest 2021 mencoba membangkitkan kesadaran akan keperdulian lingkungan khususnya dengan pemanfaatan limbah sebagai material produk fashion dan mengurangi sampah baru dari industri fashion," jelas Indah.

Di sisi lain, Anindiyo Widito selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, mengatakan isu 'Fashion Movement on a New Normal' dan Sustainable Fashion 2021 ini sangat menarik. Pandemi Covid-19 memaksa dunia fashion untuk menyesuaikan diri dan berubah.

Dikatakannya, CiFFest 2021 mengajak generasi muda bersama memotivasi diri terus semangat melakukan perubahan dan mengembangkan kreativitas fashion melalui tema 'Fashion Movement On a New Normal'

"Dunia fashion harus dapat mengembangkan kreativitas untuk mendapatkan ide dan sebuah temuan baru. Misalnya dengan menggunakan bahan yang ada di sekitar, yang mungkin sebelumnya tidak menjadi pertimbangan," ungkapnya. (RO/OL-15)

Baca Juga

medcom.id

Penyebab Kifosis Berdasar Jenis, Apa Bisa Disembuhkan?

👤Mesakh Ananta DachiĀ  🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:55 WIB
Kifosis adalah sebuah kelainan pada lengkungan tulang belakang yang membuat punggung bagian atas terlihat membungkuk atau bengkok melebihi...
MI/HO-komunitas kebaya Indonesia

Kolaborasi Menjaga Kebaya Di ASEAN

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:25 WIB
DISELA-sela  Workshop lima negara ASEAN yang sedang menyusun naskah bersama untuk pengajuan kebaya ke UNESCO pada 7 -8 Februari,...
dok.ist

TGS Sumut Gandeng Majelis Taklim, Doakan Penyintas Gempa Turki - Suriah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:19 WIB
RELAWAN Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumut menggelar salat gaib, doa, dan zikir bersama jemaah Majelis Taklim Zikir Al-Hasanah untuk para...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya