Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Studi Desain Komunikasi Visual ( Prodi DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta ( FSRD- IKJ) kembali menggelar pameran Potluck tahun 2025.
Melalui keterangannya hari ini Dr. Bambang Tri Rahadian, M.Sn. Kepala Prodi DKV IKJ mengutarakan Potluck adalah tradisi berbagi dimana setiap orang menyumbangkan sesuatu untuk dinikmati bersama.
"Filosofi inilah yang menjadi dasar dari Pameran Potluck; kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Program Studi DKV IKJ," kata Bambang Tri Rahadian didampingiAdityayoga, M.Sn., Ketua Pameran Potluck 2025 DKV IKJ di Galeri Sudjojono,TIM Jakarta,Rabu (4/11). Pameran Potluck dibuka secara resmi pada tanggal 3 Desember 2025 di Galeri Sudjojono, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pameran ini akan berlangsung hingga 13 Desember 2025.
Tahun 2025, Potluck mengangkat tema “Re:Connect”, menyoroti pentingnya menjalin ulang hubungan lintas generasi, institusi, dan disiplin melalui bahasa visual.
Bambang mengemukakan pameran ini hadir sebagai ruang merayakan keberagaman dunia DKV sekaligus sebagai arena dialog lintas batas, baik antar akademisi, mahasiswa, alumni, maupun pelaku industri kreatif. Dengan format hybrid (offline & online), Potluck 2025 memperluas jejaring ke tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
Menurut Bambang desain tidak hanya sekedar bentuk ekspresi visual juga sebuah medium yang menjembatani warisan masa lalu dengan inovasi masa depan. Dalam konteks komunitas Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (Deskov IKJ), karya-karya yang dihasilkan mencerminkan perjalanan panjang penciptaan, pemikiran, serta eksplorasi yang terus berkembang dari generasi ke generasi.
Pameran ini hadir sebagai ruang untuk mengapresiasi warisan kreativitas yang telah dibangun oleh para pendahulu, sekaligus menjadi titik temu bagi gagasan-gagasan baru yang akan membawa dunia desain ke arah yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam menghadirkan pengalaman yang lebih luas, pameran ini mengusung pendekatan hybrid, menggabungkan format online dan offline untuk menjangkau lebih banyak partisipan dari berbagai latar belakang, termasuk komunitas desain di tingkat internasional, khususnya Asia Tenggara.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, pameran ini memungkinkan eksplorasi visual yang lebih interaktif dan partisipatif, tanpa menghilangkan nilai interaksi fisik yang tetap menjadi bagian penting dari pengalaman kreatif.
"Pameran ini bukan hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi arena pertukaran gagasan, refleksi terhadap perubahan sosial dan budaya, serta ajang untuk merayakan keberagaman ekspresi dalam desain," tukas Bambang.
Adityayoga menambahkan melalui karya-karya yang ditampilkan, para peserta diajak melihat desain dapat menjadi medium yang tidak hanya bersifat estetis, juga memiliki kekuatan naratif, membangun identitas, dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menghubungkan sejarah, kreativitas masa kini, dan proyeksi masa depan. "Pameran ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas desain untuk terus berkembang, beradaptasi, dan memberikan kontribusi bagi ekosistem industri kreatif yang semakin dinamis," kata Adityayoga.
Ia menjelaskan pameran Potluck menghadirkan karya-karya dari mahasiswa, dosen, alumni DKV FSRD IKJ bahkan hingga publik, para professional dan kolaborasi dari institusi Asia Tenggara. Pameran ini memiliki tujuan untuk meningkatkan apresiasi dan promosi Desain Komunikasi Visual, membangun kolaborasi dan jejaring antara akademik dan industri serta menunjukkan peran desain dalam masyarakat dan menghormati warisan DKV IKJ. Selain pameran juga talkshow Potluck yang berlangsung pada 9-10 Desember 2025 di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. (H-2)
Melalui seni rupa partisipatif maka keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni diharapkan akan membuka peluang transformasi ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif lokal.
REKTOR Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Syamsul Maarif menyatakan pihak kampus mendukung gagasan pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk memindahkan sebagian aktivitas IKJ ke kawasan Kota Tua.
pemindahan IKJ ke kawasan Kota Tua menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali denyut seni dan kebudayaan di ruang bersejarah ibu kota.
Melalui seni rupa partisipatif maka keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni diharapkan akan membuka peluang transformasi ekonomi melalui penguatan sektor ekonomi kreatif lokal.
Sejak 2017 ANIMAKini mempertemukan para profesional animasi di industri terkemuka, seniman dan desainer pendatang baru, dan penggemar animasi.
Dalam konteks seni rupa Indonesia, kearifan lokal sebagai bagian dari tradisi nusantara masih belum banyak digali oleh seniman,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved