Kamis 28 Oktober 2021, 21:45 WIB

Perguruan Tinggi NU Harus Kembangkan Kapasitas Rohani Mahasiswa

mediaindonesia.com | Humaniora
Perguruan Tinggi NU Harus Kembangkan Kapasitas Rohani Mahasiswa

Ist
Gus Yahya saat memberi sambutan di sela-sela acara pelantikan Ahmad Zaini sebagai Rektor IAINU Tuban, Jawa Timur, Kamis (28/10).

 

KATIB Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengingatkan agar semua perguruan tinggi (PT) yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya mengajarkan wacana-wacana intelektual. PT NU, katanya, jangan sampai melupakan pengembangan sisi rohani bagi para mahasiswanya.

"Kita tidak boleh mengabaikan apalagi meninggalkan dimensi rohani dalam pendidikan anak-anak kita," kata Gus Yahya, sapaan Kiai Yahya Staquf, di Tuban, Jawa Timur, Kamis (28/10). Ia menyampaikan hal itu saat memberi sambutan di sela-sela acara pelantikan Ahmad Zaini sebagai Rektor IAINU Tuban.

Dulu, kata Gus Yahya, pesantren adalah lembaga pendidikan paling paripurna yang dimiliki umat Islam dan bangsa Indonesia. Di dalamnya diintegrasikan dimensi-dimensi kognitif dangan dimensi spiritual. Maka, lanjutnya, santri bukan semata unggul secara akademis dan intelektual, melainkan juga mumpuni secara spiritual dan rohani.

"Dulu itu, nggak ada santri yang tidak 'sakti'. Kalau sudah jadi santri, hampir pasti juga sakti," jelas Gus Yahya.

Ia menyebut KH Wahab Hasbullah, Rais Aam pertama PBNU sebagai contoh. Dikatakan Gus Yahya, selain masyhur sebagai akademisi paripurna, intelektual sejati, Kiai Wahab juga dikenal sebagai seorang pendekar pilih tanding di zamannya.

Kenapa bisa lahir orang-orang sekaliber Kiai Wahab, lanjut kandidat Ketua Umum PBNU ini, sebab dari awal pendiriannya, pesantren tidak mengenal istilah pemisahan antara pendidikan berdimensi kognitif dan dimensi spiritual. Di situlah, lanjut Gus Yahya, terletak inti dan tujuan dari pendidikan yang sebenarnya.


Baca juga: Keberadaan Universitas Siber Untuk Perluas Jangkauan PT


Di situ juga, jelas Gus Yahya, muara semua ilmu pengetahuan. Yaitu, ilmu yang mendatangkan manfaat, bukan saja untuk dirinya, tetapi lebih dari itu juga berguna untuk masyarakat dan lingkungannya. Dengan ilmu yang bermanfaat, jelasnya, akan tercapai tujuan hidup orang beriman, yakni ketakwaan kepada Tuhan YME.

Oleh sebab itu, lanjut Gus Yahya, ketika ilmu manfaatnya tidak dirasakan oleh diri dan lingkungannya, maka tujuan dari pendidikan tidak tercapai. "Jika IAINU gagal mengintegrasikan dua dimensi ini, maka gagal pula kita dalam menjaga dan meneruskan tradisi turots, warisan para pendiri NU, para kiai, ulama, dan guru-guru kita," katanya.

Memanfaatkan momentum Hari Santri Nasional, Gus Yahya mengingatkan, bahwa ada tanggung jawab besar, khususnya di pundak para pemangku badan-badan pendidikan di NU untuk menyukseskan misi pendidikan ini. Tanpa itu, lanjutnya, anugerah Hari Santri Nasional hanya akan menjadi kebanggaan politik yang semu.

"Sebab, sebutan santri itu identik dengan kita, NU. Besar sekali makna penghargaan Hari Santri itu untuk kita. Tapi kalau setiap tahun kita menyikapinya dengak seremoni belaka, maka itu akan jadi sia-sia," jelas Gus Yahya.

Ia meminta, Hari Santri Nasional dijadikan sebagai kebanggaan bersama seluruh bangsa Indonesia. (RO/S-2)

Baca Juga

Ilustrasi

Deteksi Dini Bisa Selamatkan Pasien Kanker Hati 

👤M. Iqbal Al MAchmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 22:45 WIB
Karsinoma sel hati (hepatoseluler karsinoma) adalah salah satu jenis kanker hati yang paling umum dengan prognosis/kemungkinan terjadinya...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Pemerintah Dorong Peningkatan Testing Covid-19 untuk Pengendalian Pandemi 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:45 WIB
Tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR adalah Rp275 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp300 ribu untuk luar pulau Jawa dan...
Antara/Galih Pradipta

Capaian Vaksinasi Kelompok Remaja Lampaui 75% 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:15 WIB
Menurutnya, vaksinasi remaja sangat penting untuk melindungi anak indonesia dari ancaman covid-19, apalagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya