Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PAMERAN wisata dan budaya Exotic NTT (Nusa Tenggara Timur) yang sukses diselenggarakan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) di Gandaria City, Jakarta Selatan pada pekan lalu ternyata menuai pujian dari netizen.
Tagar #RinduLabuanBajo sepanjang pekan lalu menggema di jagat media sosial.
Dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesodibjo, pameran
wisata dan budaya Exotic NTT: Flores, Beyond Your Imagination bukan sekadar pameran wisata biasa.
"Ini sebuah helat yang ingin mengingatkan lagi bahwa ada Flores yang setia menunggu pelancong untuk datang kembali, pameran ini adalah recall lagi bagi para pelancong untuk ayo berkunjung lagi ke NTT khususnya Labuan Bajo," kata Direktur Pemasaran BPOLBF Raisa Lestari Niloperbowo saat pembukaan pameran ini.
Antusias para pengunjung selama tiga hari pameran berlangsung di Gandaria City, Jakarta Selatan bisa
terlihat dari komentar para netizen di jagat media sosial.
"Senang banget bisa lihat ibu-ibu pengrajin tenun NTT di Gandaria City," komentar pemilik akun@mayamaya.
Selain itu, ada juga yang senang akhirnya bisa menonton langsung pertunjukkan alat musik Sasando. Sasando merupakan alat musik khas NTT yang bentuknya unik dan terbuat dari bahan-bahan alami yang hanya ada di NTT.
Diselenggarakan atas inisiatif Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), pameran Exotic NTT adalah pameran skala cukup besar yang digelar di tengah situasi pandemi dan tercatat sebagai pameran pertama yang mengangkat budaya NTT di Jakarta.
Dibuka dengan tarian khas dari NTT yaitu Molas Nusa Bunga yang dibawakan secara langsung oleh empat penari berdarah NTT, pameran yang berlangsung pada 15-17 Oktober 2021 ini sukses dikunjungi oleh kurang lebih 1.000 pengunjung dengan aturan protokol kesehatan yang ketat.
"Kami membawa aura dan atmosfer Flores ke Gandaria City, mulai dari replika ikonik Komodo dan Sasando, lalu ada Rumah Adat Wairebo, ibu-ibu pengrajin tenun NTT hingga membawa juga para pengrajin UMKM NTT di bawah binaan BPOLBF ke Jakarta yang kami harap bisa mengobati kerinduan masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk bisa datang lagi ke Flores", tukas Raisa pada keterangan pers, Kamis (28/10).
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si yang turut hadir di Jakarta mengatakan bahwa ada banyak sekali potensi wisata di NTT yang selama pandemi dua tahun terakhir turut terimbas.
"Ini saatnya kita bangkitkan lagi potensi pariwisata Flores yang begitu banyak dan menarik, terutama
keindahan alam yang menakjubkan dan membuat kangen, mulai dari Labuan Bajo di ujung barat hingga
Larantuka dan Lembata di bagian timur," jelas Sony.
Gelaran Exotic NTT yang diinisiasi BPOLBF bekerjasama dengan Bank NTT dan juga Telkomsel serta
disokong sepenuhnya oleh Kemenparekraf merupakan sebuah pameran terkini seputar industri pariwisata dan ekonomi kreatif NTT mulai dari sektor hulu ke hilir.
Seorang pengunjung yang sempat merasakan keindahan Flores lewat media virtual reality atau augmented
reality mengatakan bahwa dirinya yang pernah ke Flores beberapa tahun lalu terobati rasa kangennya.
"Saya merasa senang bisa kembali Ke Flores lewat virtual reality di pameran ini", kata Anisa saat ditemui
di Gandaria City di hari ke-2 pameran.
Deretan booth travel fair corner yang menampilkan para pelaku usaha lokal dari Labuan Bajo dan sekitarnya seperti travel agent dan travel guide yang menawarkan paket tur.
Selain itu, ditampillkan juga penginapan hinggapemandu ke berbagai pulau di sekitar Labuan Bajo seperti Rinca, Padar hingga Komodo juga mendapat antusiasme dari para pengunjung selama tiga hari.
"Saya penasaran bagaimana keindahan bawah laut Komodo yang katanya indah, saya ingin menyelaminya langsung bila keadaan pandemi sudah sedikit membaik," kata Reza, seorang pengunjung.
Selain itu pameran ini juga sukses membawa para pengunjung yang datang untuk mencicipi langsung aroma dan rasa kopi Flores yang terkenal.
"Saya senang bisa menyesap langsung kopi Flores yang terkenal enak dan saya pun serasa dibawa travel ke sana", kata Fauzi, salah satu pengunjung yang datang di hari terakhir pameran dan sedang mengantre untuk mencicipi kopi NTT.
"Para pengunjung di Gandaria City Jakarta memang kita ajak ikut serta mengobati rasa kangennyadengan NTT melalui sederet UMKM binaan kami yang membawa kain tenun, kopi, dan juga jajanan khas, biar nanti kalau pandemi sudah terkendali dan mereka bisa traveling lagi, ingatan akan Flores yang indah bisa membawa mereka kembali", tukas Shana Fatina, Direktur Utama BPOLBF.
Secara keseluruhan, Labuan Bajo dan Flores yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari di
Indonesia bagian timur sedang bersiap-siap menjadi destinasi yang komplit.
Labuan Bajo dan Flores juga bisa menjadi alternatif untuk para pelancong domestik maupun wisatawan mancanegara yang sudah rindu dan haus akan berlibur setelah terkurung lama oleh pandemi Covid-19.
Tahun depan, Labuan Bajo dan sekitarnya juga akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G-20. Sebuah konferensi penting yang akan memperkenalkan kembali keindahan alam Flores di mata dunia internasional. (RO/OL-09)
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Dalam perkara ini, penyidik Polres Belu menerapkan Pasal 473 ayat (4) KUHP sebagaimana disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
Polres Belu ungkap kronologi kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Atambua, NTT.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved