Kamis 07 Oktober 2021, 19:15 WIB

Penting, Melindungi Kesehatan Diri dari Penyakit Kritis

Mediaindonesia.com | Humaniora
Penting, Melindungi Kesehatan Diri dari Penyakit Kritis

Dok.DBS
Para pembicara dalam webinar DBS eTalk Series bertajuk 'Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones'.

 

BERDASARKAN  data The Lupus Foundation of America, diperkirakan ada 16 ribu kasus baru penyakit autoimun lupus setiap tahun di seluruh dunia. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap penyakit autoimun saat ini masih rendah karena gejalanya yang bervariasi dan menyerupai beragam penyakit lainnya.

Sebagai bagian dari komitmen DBS Treasures yang secara proaktif berkomunikasi dengan nasabah untuk menyampaikan insight serta solusi yang relevan, hadir webinar DBS eTalk Series bertajuk 'Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones'. Acara ini merupakan bagian dari peluncuran produk perlindungan terbaru MiEarly Critical Protection (MiECP) yang fokus memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis, termasuk yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Hal ini menjadi perwujudan strategi manajemen kekayaan yang mencermati kebutuhan Nasabah dari DBS Treasures sebagai mitra manajemen kekayaan.

Baca juga: Pemprov: Warga KTP Non-DKI Boleh Divaksin Moderna

Hal tersebut dipertegas oleh Rudy Tandjung, Consumer Banking Director, PT Bank DBS Indonesia yang menyampaikan bahwa produk MiECP melengkapi blueprint strategi manajemen kekayaan dari DBS Treasures, mencakup rangkaian produk perlindungan komprehensif yang relevan bagi Nasabah. DBS Treasures bermitra dengan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) meluncurkan MiECP sebagai komitmen untuk melindungi kesehatan dan kekayaan, serta gaya hidup.

“Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh sendiri karena tidak dapat membedakan antara sel asing dan sel tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh salah mengira bagian tubuh sendiri, seperti persendian atau kulit, sebagai benda asing dan melepaskan protein yang disebut autoantibodies untuk menyerang sel-sel sehat," papar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Stevent Sumantri, DAA, SpPD, K-AI.

"Saat ini ada lebih dari 150 jenis penyakit autoimun yang diketahui, dapat ditandai dengan munculnya gejala-gejala umum seperti kelelahan, otot pegal, bengkak dan kemerahan, demam ringan, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan kaki, rambut rontok, serta ruam kulit. Penyakit autoimun dapat menyebabkan timbulnya penyakit lainnya, atau bahkan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik dan tepat. Namun pasiennya dapat menjalani hidup dengan baik dan nyaman jika terdiagnosis sejak awal serta mendapatkan perawatan yang tepat secara konsisten.”

Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009 dan Duta Autoimmune Indonesia, menceritakan pengalaman pribadinya terkait penyakit autoimun yang ia derita sejak usia 16. “Saya yang dulunya sering beraktivitas olahraga di luar rumah, tiba-tiba mengalami sakit kepala hebat, sering pingsan dan badan terasa mudah kelelahan bahkan sesak nafas. Saat itu, dokter mendiagnosa saya menderita darah rendah, tapi hasil laboratorium menunjukkan hasil yang normal. Saat dinobatkan sebagai Puteri Indonesia di usia 17 tahun, kondisi saya memburuk dengan gejala seperti kulit terasa perih, ngilu sendi dan tulang, otot dan saraf kaku hingga saya mengalami koma selama 3-4 hari.” Qory juga merasakan bagaimana tiga organ yang masih dalam tahap penyembuhan, bertambah menjadi tujuh organ, dan penyakit autoimun tersebut kembali muncul akibat terpapar covid-19 pada pertengahan 2021 lalu.

MiECP hadir sebagai produk asuransi yang menyediakan perlindungan pertanggungan terhadap 65 penyakit kritis yang didiagnosis di tahap awal, dan pertanggungan terhadap hingga 85 penyakit kritis di tahap akhir. Produk ini memiliki fitur unik dan terbaru Power Reset, di mana Nasabah dapat memperbaharui uang pertanggungan menjadi 100% setelah klaim pertama di tahap awal penyakit kritis atau setelah klaim perawatan di ICU. Sehingga, para nasabah akan mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal, serta terbebas dari beban pikiran akan biaya perawatan yang besar karena penyakit kritis, termasuk penyakit autoimun. (RO/A-1)

 

Baca Juga

Dok Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng.

Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 08:22 WIB
Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A. dikukuhkan sebagai Guru Besar...
Khoa Pham/Unsplash.com

Rumah Sakit JIH Solo Memberikan Solusi Bagi Pasutri yang Mendambakan Buah Hati

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 07:59 WIB
Mereka memberikan pelayanan bertaraf internasional dengan sentuhan budaya...
DARREN BRADLEY

KLHK Gagalkan Penjualan 36,7 Kg Sisik Trenggiling dan 1 Buah Paruh Rangkong

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 28 November 2021, 07:39 WIB
Kepala Balai Gakum KLHK Wilayah Sumatera Subhan mengatakan bahwa penangkapan ini berawal dari kegiatan operasi peredaran tumbuhan satwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya