Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PANCASILA merupakan hal paling berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Oleh karena itu, menjaga Pancasila merupakan kewajiban bersama. Tantangan terbesar Indonesia adalah persoalan sistem pendidikan Pancasila yang belum jelas dan merata.
Maka dari itu dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama pemerintah dan tenaga pengajar dalam melancarkan sistem pendidikan Pancasila yang dapat diterapkan secara aplikatif.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, nilai-nilai pancasila diharapkan sudah tertanam sejak anak usia dini. Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu menggagas adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Penanaman nilai pancasila dalam PAUD meliputi nilai agama, kebenaran, keadilan, kebersamaan, perbedaan dan cinta kasih Tuhan di tengah anak-anak usia dini yang akhirnya dikembangkan dalam satu silabus materi tentang pendalaman guru-guru pendidikan usia dini.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami nilai-nilai Pancasila, terutama dengan cara menghargai perbedaan sehingga memiliki wawasan kebangsaan Indonesia yang kuat," kata Ngabalin dalam webinar Membangun Karakter Pelajar Pancasila yang digelar Universitas Pancasila.
M. Mukhlisin dari Yayasan Cahaya Guru mengingatkan, pemerintah sudah mengeluarkan 6 profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, serta kreatif yang dirumuskan Kemendikbud.
Baca juga : KPAI : Cegah Cyber Bullying, Ajari Anak Menjaga Privasi di Sosial Media
"Tantangan yang didapatkan yaitu bagaimana cara mewujudkan 6 profil pelajar Pancasila yang dinilai masih abstrak ke dalam suatu sistem yang dapat diterapkan secara aplikatif oleh pengajar." tutup Mukhlisin.
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Silverius Y. Soeharso berpendapat dengan adanya pandemi Covid-19 seharusnya bisa mendorong nilai-nilai Pancasila tumbuh dan berkembang sehingga menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang Pancasilais dan mengutamakan toleransi. Dia menilai pandemi Covif-19 dapat mendorong tindakan kolaborasi seluruh masyarakat tanpa melihat latar belakang.
"Tindakan kolaborasi ini pun dinilai dapat meningkatkan kerjasama masyakarat dalam mengurangi angka Covid-19," kata Silverius.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila Eddy Pratomo menyebutkan adanya sesuatu yang hilang pada praktek ideologi atau landasan negara Indonesia karena Pancasila tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Ia menilai bahwa nilai Pancasila seharusnya bisa diamalkan pada ideologi PBB untuk menyelesaikan sengketa PBB, namun ketidaksiapan Indonesia untuk hadir menghalangi Indonesia dalam berpartisipasi.
"Pendidikan etika dan moral pada masa pendidikan dasar adalah hal penting jika berkaca dari negara-negara maju di dunia," tutur Eddy yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar RI di Jerman itu. (RO/OL-7)
Simak 11 butir sila kelima Pancasila dan contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari, ekonomi, dan dunia digital di tahun 2026.
Pelajari 10 butir sila keempat Pancasila beserta contoh pengamalannya di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat secara lengkap dan terbaru.
Pelajari 7 butir Sila Ketiga Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata untuk menjaga persatuan Indonesia di tahun 2026.
Pahami 10 butir Sila Kedua Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 dan cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta dunia digital tahun 2026.
Pelajari 7 butir Sila Pertama Pancasila sesuai TAP MPR No. I/MPR/2003 serta contoh pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan dunia digital.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
Kolaborasi ini bertujuan memutus sekat informasi dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui konten edukasi yang ringan dan menghibur.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Kegiatan yang diikuti oleh 500 anak perwakilan dari 250 lembaga sekolah se-Kota Kediri tersebut diisi dengan bernyanyi dan melakukan sejumlah permainan motorik.
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
ISTRI Wapres Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD 2026.
ISTRI Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved