POLITEKNIK Elektronika Negeri Surabaya (PENS) akan membuka program studi Pascasarjana S3 Terapan di bidang Cyber Physical System. Prodi baru itu bakal menjadi yang pertama di Indonesia.
Ketua Program Pascasarjana Terapan PENS Bima Sena Bayu Dewantara menjelaskan tentang kerangka konseptual revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini. Menurut Bima, revolusi industri 4.0 mengkolaborasikan teknologi siber dan teknologi otomatisasi, yaitu cyber physical systems.
"Untuk menjawab kebutuhan ini dan menghasilkan lulusan yang kompeten, terampil, berkomitmen, dan siap kerja, dibutuhkan sinergi pendidikan tinggi vokasi bidang teknologi dan industri,” ungkap Bima dalam Trakindo Goes to Campus di PENS dan Universitas Hasanuddin, dikutip dari siaran pers, Sabtu (RO/OL-7).
Lebih jauh Bima mengungkapkan, rencana PENS menjawab kebutuhan ini. Salah satunya dengan mempersiapkan pembukaan program studi pascasarjana S3 terapan di bidang Cyber Physical Systems pertama di Indonesia.
"Program studi ini diharapkan mulai aktif di tahun ajaran 2022-2023 yang segera datang," terang Bima.
Sementara itu Ketua Departemen Teknik Elektro Unhas, Dewiani menjelaskan, pihaknya juga melakukan sejumlah upaya untuk menyiapkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi perubahan zaman. Unhas memiliki beberapa mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga nanti mahasiswa siap terjun di industri.
"Meskipun teknologi yang digunakan tiap industri mungkin spesifik dan terus berkembang, kami telah memberi dasar yang kuat sehingga mereka bisa beradaptasi,” jelas Dewiani di Trakindo Goes to Campus UNHAS.
Baca juga : Direktur Bela Negara: Milenial Harus Paham Sejarah Bangsa
Kolaborasi dengan PENS dan UNHAS merupakan salah satu inisiatif Trakindo dalam memperluas wawasan mahasiswa. Diharapkan setelah acara ini berlangsung, mahasiswa mendapatkan informasi mengenai prospek karier dan implementasi teknologi di masa depan serta memotivasi mahasiswa untuk belajar sungguh-sungguh agar mampu bersaing di era perubahan.
"Kami percaya bahwa dengan bekerja sama, kita bisa memberi perubahan positif untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Corporate Communication and CSR Manager Trakindo, Candy Sihombing.
Sementara itu, Instructor Technology Trakindo Tembagapura, Fajar Nur Hendri Winarko menjelaskan tentang teknologi Minegem atau Cat. Minegem merupakan teknologi otomasi yang membuat operator dapat mengontrol alat berat dari jarak jauh yang saat ini banyak diimplementasikan di pertambangan bawah tanah, sehingga penggunaannya lebih aman dan meningkatkan produktivitas.
Selain berbicara mengenai teknologi Cat Minestar, Fajar juga bercerita mengenai pengalamannya, serta kisah serunya bekerja di pertambangan. Pada acara ini, Trakindo berbagi kebutuhan hingga keahlian yang diperlukan mahasiswa dan cara menghadapi tantangan di tengah kemajuan teknologi yang pesat.
Paparan mengenai hal ini diharap mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan zaman dan menambah wawasan sebelum terjun ke dunia kerja.
Revolusi Industri 4.0 merupakan fase lanjutan dari Revolusi Industri 3.0 yang ditandai dengan pemanfaatan elektronik dan teknologi informasi. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perpaduan teknologi yang mengaburkan batas antara bidang fisik, digital, dan biologis.
Menurut World Economic Forum, yang membuat Revolusi Industri bukan sekadar bagian dari 3.0 adalah kecepatannya yang luar biasa, ruang lingkup sektor yang terdisrupsi sangat luas, dan dampaknya kepada seluruh sistem produksi, manajemen, dan tata kelola. (Medcom.id/OL-7)