Rabu 29 September 2021, 11:33 WIB

Survei: 69% Masyarakat Alami Masalah Psikologis Selama Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
Survei: 69% Masyarakat Alami Masalah Psikologis Selama Covid-19

Ilustrasi/Istock
Ilustrasi orang yang alami depresi. Sebanyak 69% responden mengalami masalah psikologis selama Covid-19.

 

BERDASARKAN survei yang dilakukan kepada 2.364 responden Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) pada Mei 2020, menunjukkan bahwa 69% responden mengalami masalah psikologis selama Covid-19.

Masalah psikologis yang paling banyak dialami adalah 67% mengalami depresi, 68% mengalami kecemasan, dan 77% mengalami stres pasca-trauma. Oleh karena itu, masalah mengenai depresi penting untuk dibahas.

Menanggapi hal itu, psikolog Gadjah Mada Medical Center Nopi Rosyida memaparkan bahwa dalam depresi ada yang disebut Major Depressive Disorder (terdapat sembilan simtom). Dalam hal ini setidaknya ada lima simtom yang dialami dalam dua minggu yang sama.

Pertama, perasaan tertekan pada sebagian besar waktu, hampir setiap hari, ditunjukkan oleh laporan pribadi misalnya merasa sedih, kosong, dan putus asa.

Kedua, berkurangnya minat atau kesenangan secara nyata pada semua atau sejumlah besar aktivitas. Ketiga, penurunan/peningkatan berat badan yang signifikan ketika tidak melakukan diet/program penambahan berat badan.

Keempat, insomnia atau hypersomnia hampir setiap hari. Kelima, agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari.

Simtom selanjutnya menurut Nopi adalah merasa tidak berharga atau memiliki rasa bersalah berlebihan, berkurangnya kemampuan berpikir/berkonsentrasi, serta pikiran tentang kematian yang berulang (bukan ketakutan akan kematian), ide bunuh diri yang berulang baik tanpa rencana atau dengan rencana yang jelas dalam bunuh diri.

“Ini kita sampaikan kepada teman-teman bukan untuk self-diagnose tetapi memberikan gambaran secara umum seperti apa depresi itu. Jika memang merasa demikian ini harus dikonfirmasi, datang ke psikolog atau ke psikiater langsung karena bisa jadi ada beberapa simtom yang mirip tetapi bisa jadi bukan depresi namun gangguan lain," kata Nopi dalam keterangan resmi, Rabu (29/9).

"Lalu, depresi merupakan salah satu penyebab bunuh diri. Penyebabnya banyak, namun salah satunya depresi," imbuh dia.

Selanjutnya Nopi menyampaikan bahwa pertolongan pertama pada bunuh diri dapat dimulai dengan diri sendiri. Yang bisa kita lakukan untuk membantu diri kita sendiri adalah sadari dulu apa yang sedang terjadi dengan memikirkan triggernya apa, sensasi fisik dan emosi yang dipikirkan apa, dan pikiran yang muncul apa.

Kedua, mengalihkan pikiran saat muncul pikiran untuk bunuh diri. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat daftar aktifitas untuk mengalihkan ide melukai diri sendiri. Terakhir adalah dengan menulis jurnal dan mencari bantuan.

Nopi menegaskan bahwa setiap orang bisa menjadi penolong pertama dan jangan remehkan kemampuan Anda untuk menolong OKBD (Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri) dan mencegahnya bunuh diri.

“Prinsip dasar dalam Psychological First Aid (PFA) adalah look, amati yang dibutuhkan, kemudian berikan bantuan secukupnya, tidak terlalu banyak, juga tidak terlalu sedikit," jelasnya. 

"Selanjutnya listen tidak perlu memaksa mereka untuk bercerita, jangan memaksakan bantuan karena mengambil jarak juga merupakan PFA, dan link. Apabila situasinya memungkinkan ajak ia untuk menemui professional," pungkas Nopi. (Ata/OL-09)

Baca Juga

Antara

Jadi Tuan Rumah Pertemuan PBB untuk Risiko Bencana di Bali, Indonesia Persiapkan Diri

👤Atalya Puspa 🕔Senin 17 Januari 2022, 22:00 WIB
Penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Bali pada Mei 2022  tinggal menghitung...
MI/Siswantini

Persiapan Haji 1443 H, Kemenkes Sudah Rekrut 1.827 Petugas Kesehatan

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 17 Januari 2022, 21:40 WIB
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah merekrut dan melatih 1.827 orang untuk menjadi petugas lapangan kesehatan ibadah haji di Indonesia...
Medcom.id

Pemenang Beasiswa OSC Medcom.id Diumumkan 22 Januari

👤Ilham Pratama Putra 🕔Senin 17 Januari 2022, 21:38 WIB
Nama-nama penerima beasiswa OSC Medcom.id bakal diumumkan pada Sabtu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya