Sabtu 25 September 2021, 09:40 WIB

Kesadaran dan Apresiasi Terhadap Inovasi Anak Bangsa Masih Minim

Faustinus Nua | Humaniora
Kesadaran dan Apresiasi Terhadap Inovasi Anak Bangsa Masih Minim

MI/Faustinus Nua
INOVASI ANAK BANGSA: Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim menyebut penghargaan inovasi anak bangsa harus ditingkatkan untuk menuju kemandirian.

 

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim menyampaikan bahwa inovasi yang dilahirkan Indonesia sudah cukup banyak. Di berbagai sektor, inovasi sebenarnya bisa hadir dan memberi dampak bagi pembangunan ke depan.

Meski sudah banyak karya yang lahir dari tangan-tangan kreatif anak bangsa, tidak banyak inovasi itu mendapat tempat di masyarakat. Hal itu menjadi pekerjaan rumah yang sering menghambat upaya memajukan bangsa lewat kemandirian di sektor teknologi dan inovasinya.

"Kita perlu meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap inovasi yang dilahirkan oleh anak bangsa sebagai upaya kita menguatkan kemandirian dan kedaulatan negeri," ungkap Nadiem dalam pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Aroma Maluku, kemarin.

Masyarakat perlu diajak untuk terlibat aktif dalam mendukung inovasi anak bangsa. Hal itu terwujud melalui kecintaan terhadap produk atau karya anak bangsa yang tidak kalah kualitasnya dengan produk asing.

Karya anak bangsa perlu dipromosikan terus-menerus. Lewar Gernas BBI, karya/ produk para pelaku UMKM didorong untuk masuk ke perdagangan digital atau e-commerce, sehingga bisa menjangkau lebih luas bahkan hingga ke skala global.

"Gernas BBI Aroma Maluku akan mendorong UMKM di Maluku untuk mempromosikan narasi rempah dan kekayaan Maluku melalui digital marketing. Sehingga potensi skala lokal dapat maju ke panggung global," imbuhnya.

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan bahwa pendidikan dan ekonomi memainkan peran strategis dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan itu harus memenuhi kebutuhan hidup masyarakat sekarang dengan mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan di masa depan.

Untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, sektor pendidikan dan kebudayaan harus bersinergi dalam sektor ekonomi. Hal itu akan memperkuat dan memberi dampak yang luas pada kehidupan masyarakat. "Kita perlu menghilangkan sekat-sekat diantara keduanya sehingga inovasi yang lahir dari lingkungan pendidikan dan kebudayaan dapat memberikan dampak yang lebih besar pada pembangunan bangsa," tandasnya.

Gernas BBI telah dimulai kemarin hingga lebih dari sebulan ke depan. Acara puncak akan diselenggarakan pada November di Provinsi Maluku. Selama periode tersebut, akan ada berbagai kegiatan dalam mempromosikan potensi yang dimiliki masyarakat Maluku melalui UMKM. Kegiatan seperti pelatihan, webinar dan lainnya diharapkan akan memperkuat inovasi anak bangsa.(H-1)

 

Baca Juga

Ist

Pada AMME, RI Harapkan Berkontribusi Atasi Masalah Lingkungan Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:09 WIB
Indonesia secara terhomat menjadi tuan rumah pada pertemuan 16th ASEAN Ministerial Meeting on the Environment...
Antara

Menteri Agama: Perpres 82/2021 Kado Indah Buat Santri

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:25 WIB
UNTUK kedua kalinya, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober diperingati masih dalam suasana pandemi...
Dok. Tokocrypro

Tokocrypto Dukung Penanaman Pohon Massal Melalui Tree Millions Alliance 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:13 WIB
Pada pelaksanaannya di Indonesia, 500.000 pohon direncanakan akan ditanam di Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Pepohonan yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya