Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan memberikan catatan mengenai tingginya passing grade yang ditetapkan dalam seleksi guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2021.
Pemerintah seharusnya memiliki prinsip keadilan dalam menentukan passing grade dalam seleksi tersebut. Harus ada pembedaan antara patokan skor bagi guru fresh graduate dan guru yang telah lama mengabdi untuk dunia pendidikan Indonesia.
"Dari sisi soal, prinsip membuat soal tidak adil. Tidak fair. Karena soal itu harus diberikan pada segmentasinya. Gak bisa sama. Tingkat kesulitan soal juga harus dibedakan," katanya kepada Media Indonesia.
Sebagai solusi, Cecep mengusulkan agar pemerintah memberikan afirmasi tambahan kepada guru honorer yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun, guru yang telah berusia di atas 60 tahun dan guru yang bertugas di wilayah 3T. Afirmasi tambahan itu berupa diskresi atau pengecualian bagi ketiga kelompok di atas.
"Jadi berapapun nilai skornya, untuk guru-guru yang masuk dalam tiga golongan tersebut harusnya angkat saja," ujarnya.
Ia menyampaikan, pemberian diskresi itu sebagai salah satu bentuk keadilan bagi para guru honorer senior dan yang bertugas di wilayah 3T (terpencil, terluar dan terdepan).
"Harus ada prinsip keadilan. Karena selama ini pemerintah ada sikap abai terhadap guru-guru yang telah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun. Mereka disuruh ngajarin, tapi tidak diberikan penghargaan," kata Cecep.
Cecep menilai, selama ini pemerintah abai dalam dua poin penting. Abai terhadap pelatihan kompetisi guru, dan abai terhadap kesejahteraan mereka. Untuk memperbaiki 'dosa' ini, kata cecep, pemerintah bisa memberikan pelatihan lanjutan dari dinas pendidikan di masing-masing daerah untuk tetap mempertahankan kualitas mereka.
"Di tiap kabupaten/kota, guru PPPK yang 10 tahun lebih sudah mengabdi, diberikan lagi pembekalan kompetisinya, apakah dari kompetisi parsia, kepribadian atau pedagogi. Mana yang lemah, harus ada pembinaan," ungkap dia.
Selain itu, tambahnya, pemerintah juga harus memberikan penghargaan lebih kepada guru sebagaimana penghargaan yang diterima oleh atlet-atlet yang berprestasi. "Untuk olahragawan, pemerintah antusias memberikan penghargaan. Sementara untuk guru yang mencerdaskan bangsa malah dianaktirikan?" tukasnya. (H-2)
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved