Sabtu 18 September 2021, 13:39 WIB

Penyelewengan Booster Vaksin Masih Marak, Terbanyak di Jawa Timur

Atalya Puspa | Humaniora
Penyelewengan Booster Vaksin Masih Marak, Terbanyak di Jawa Timur

MI/Andri Widiyanto
Vaksin covid-19

 

BERDASARKAN data yang dihimpun Lapor Covid-19 sejak 1-15 September, terdapat sejumlah laporan mengenai pemberian vaksin booster pada kelompok non-nakes. Adapun, laporan tertinggi berasal dari Jawa Timur dengan persentase 37,5%. Setelah itu, disusul Jakarta 25,0%, Banten 12,5%, Yogyakarta 12,5%, Jawa Barat 12,5% dan Banten 12,5%.

Berbagai pihak yang mendapatkan vaksin booster Moderna di antaranya Guru Besar Fakultas non-nakes di salah satu universitas di Surabaya, Ketua RT di salah satu wilayah di kota Bekasi dan lainnya. Padahal, Lapor Covid-19 menyebut banyaknya nakes yang belum bisa mendapatkan akses untuk booster vaksin ketiga.

Untuk itu, Lapor Covid-19 menuntut pemerintah untuk melakukan audit secara berkala terkait dengan distribusi dan pengadaan vaksin dengan menggandeng kementerian/ lembaga audit terkait, dan hasil audit harus disampaikan kepada publik.

"Selain itu, memperbaiki sistem pendataan pada Peduli Lindungi dengan memastikan sistem tersebut merekam data nakes yang sebelumnya berlum tercatat sebaga SDMK dan mengeluarkan e-ticket secepatnya sehingga nakes bisa mengakses vaksin ketiga," ungkap Lapor Covid-19 dalam keterangan resmi, Sabtu (18/9).

Baca juga: Antisipasi Penyelewengan Vaksin Booster Ada di Tangan Pemda

Selain itu, Lapor Covid-19 juga meminta kepada pemerintah agar informasi terkait proses distribusi vaksin secara transparan melalui dashboard yang tersedia.

"Pemerintah juga perlu membuka berapa target nakes penerima vaksin di tiap provinsi dan pencapapian vaksinasi ketiga di wilayah tersebut sehingga publik dapat mengawasi sebagai bentuk akuntabilitas," ucapnya.

"Membuka data penerima vaksin ketiga non-nakes dan memberikan sanksi terkait pelaksanaan vaksinasi booster ketiga pada non-nakes," tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang diakses dari laman Kementerian Kesehatan, hingga 17 September 2021, baru sebanyak 843.987 nakes yang mendapatkan vaksin suntikan ketiga. Jumlah tersebut baru mencapai 57,46% dari target yang ditentukan pemerintah.(OL-5)

Baca Juga

Ilustrasi

Lawan Perubahan Iklim, Indonesia Butuh Rp3.500 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:10 WIB
anggaran pendanaan yang ada di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diakui tak akan mampu menopang pembiayaan agenda...
Ist

Sumpah Pemuda Momentum Kaum Muda Perkuat Kontribusi Untuk Bangsa

👤Widhoroso 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:01 WIB
PERINGATAN Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi kaum muda untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan...
Antara

Luhut Bahas Kesiapan RI Atasi Perubahan Iklim Bersama Tony Blair

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 22:47 WIB
Isu ini akan diangkat dalam Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim atau Conference of the...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kebut Penyelesaian Sanksi WADA

Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA akan bekerja lebih cepat mengingat jadwal kompetisi internasional yang padat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya