Jumat 17 September 2021, 14:09 WIB

Pemodal Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hutan Lindung jadi Tersangka

Atalya Puspa | Humaniora
Pemodal Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Hutan Lindung jadi Tersangka

Antara
Ilustrasi

 

SETELAH proses penyidikan dan gelar perkara, Tim Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi, menetapkan A, penanggung jawab aktivitas tambang emas ilegal di kawasan hutan lindung wilayah KPH Gunung Dako sebagai tersangka, (14/9).

Tersangka didakwa telah merusak hutan seperti diatur dalam pasal 89 Ayat 1 Jo. Pasal 17 ayat 1 Huruf a dan Huruf b Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusaan Hutan, yang telah diubah dengan pasal 37 Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan/atau Pasal 78 Ayat 2 Jo. Pasal 50 Ayat 2 Huruf a Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang telah diubah dengan Pasal 36 Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Proses hukum berawal dari kegiatan Tim Operasi Pengamanan Hutan Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi Seksi Wilayah II Palu, bersama KPH Gunung Dako menemukan aktivitas penambangan emas ilegal dalam kawasan hutan lindung wilayah KPH Gunung Dako, sekitar Sungai Labanti, Desa Janja, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah, (27/8).

Baca juga : Indonesia Siap Kerja Sama dengan Siapa pun untuk Amankan Pasokan Vaksin Covid-19

Diketahui kegiatan penambangan dilakukan menggunakan dua ekskavator dan sudah dimulai sejak Juli 2021. Namun, ketika tim tiba di lokasi (29/8), hanya ada satu ekskavator dan kemudian mengamankan ekskavator yang digunakan untuk menambang emas itu.

Saat proses penyidikan, Tim Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi meminta keterangan sejumlah saksi, keterangan ahli terkait perizinan kawasan hutan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan keterangan ahli dan hasil ploting koordinat lokasi kegiatan tambang oleh BPKH Wilayah XVI Palu, dipastikan berada dalam kawasan hutan negara dengan status hutan produksi terbatas.

Kemudian, Tim Penyidik menggelar perkara (14/9). Dari hasil gelar perkara tersebut, Tim Penyidik mendapatkan lebih dari dua alat bukti yang sah dan menetapkan A dari saksi menjadi tersangka. Tersangka A saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara Maesa Palu. (OL-2)

 

Baca Juga

Ist/Hotel Savero

Savero Hotels Group Berkontribusi pada Progam SMK Pusat Keunggulan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 16:14 WIB
Savero Hotels Group ingin berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui jalur pendidikan dalam program SMK Pusat Keunggulan bekerja sama...
Ist

Pemerintah Berupaya Buka Kembali Pintu Ibadah Umroh

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 16:07 WIB
Salah satu hal teknis tersebut adalah upaya sinkronisasi aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi serupa yang dimiliki pemerintah Arab...
Antara

Harapan Sandiaga, Pesantren Bisa Hasilkan Pengusaha Kelas Dunia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 16:06 WIB
Menparekraf optimistis harapan tersebut dapat terwujud. Mengingat, para santri semakin terhubung dengan dunia luar lewat jaringan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya