Kamis 16 September 2021, 21:16 WIB

Pemerintah Imbau Warga Berstatus Positif Covid-19 Jangan Berkeliaran di Ruang Publik

Mediaindonesia | Humaniora
Pemerintah Imbau Warga Berstatus Positif Covid-19 Jangan Berkeliaran di Ruang Publik

MI/ Ramdani
Ilustrasi

 

BERDASARKAN data aplikasi PenduliLindungi, ribuan masyarakat Indonesia yang positif covid-19 terpantau masih melakukan aktivitas di tempat-tempat umum. Pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menghindari aktivitas di ruang publik saat berstatus positif agar tidak membahayakan orang lain.

Berdasarkan data aplikasi PeduliLindungi, tercatat ada 3.830 orang positif masih beraktivitas di tempat-tempat umum, seperti mal, pabrik, pusat perdagangan, transportasi publik, dan tempat wisata.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, pemerintah bekerja sama dengan Satgas Covid-19 di fasilitas publik dan dinas kesehatan tiap daerah segera merujuk orang yang terjaring atau masuk ke kategori hitam agar segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat (isoter) terdekat.

“Pemerintah terus memantau dan menindak setiap individu yang terdeteksi sebagai kategori hitam atau bersatus positif covid-19 dalam aplikasi PeduliLindungi tetapi masih mencoba beraktivitas di ruang publik,” katanya.

Menkominfo Johnny juga meminta para petugas yang berjaga di pintu masuk juga diminta memperketat pengawasan agar warga yang positif  tidak lolos pemeriksaan. Di sisi lain masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak nekat bepergian
apabila positif agar treatment penyembuhan berlangsung optimal.

“Aktivitas di luar ruangan jelas sangat beresiko membahayakan kesehatan orang lain. Pemerintah meminta masyarakat untuk ikut meningkatkan kesadaran dan bertanggung jawab dengan menghindari risiko penularan ke orang lain,” ungkapnya.

Menurut Menkominfo, berbagai upaya ini dilakukan untuk menghindari lonjakan kasus yang pernah terjadi pada pertengahan Juni-Agustus 2021. Pada periode itu, peningkatan kasus bukan hanya disebabkan oleh penyebaran varian Delta, tetapi juga aktivitas sosial ekonomi yang tidak diimbangi dengan disiplin protokol kesehatan.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi juga kembali mengingatkan gelombang covid-19 selanjutnya dapat terjadi. Apalagi saat ini muncul ancaman varian-varian baru yang mungkin masuk dari luar negeri atau justru muncul dari dalam negeri yang mempengaruhi tingkat penularan dan kemanjuran vaksin.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. pandemi belum usai, tetap patuhi protokol kesehatan dan tingkatkan cakupan vaksinasi kita," ujarnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/ 	IRWANSYAH PUTRA

BRIN Dukung Pengelolaan Pendidikan bagi Pengungsi Anak di Indonesia

👤Humaniora 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:10 WIB
Ada keterkaitan antara demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) dengan adanya ruang untuk pengungsi anak luar negeri berpendidikan dan...
ANTARA/NYOMAN HENDRA WIBOWO

BRIN Ajak Remaja Berinovasi Lewat Youth Science Week 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:05 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak remaja berinovasi dalam Youth Science Week 2021 dengan tema Percaya Nalar dengan Riset dan...
ANTARA/ 	Rivan Awal Lingga

Konvensi Minamata, Komitmen Indonesia Kurangi Penggunaan Merkuri

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:00 WIB
Konvensi ini bertujuan melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari emisi dan lepasan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya