Rabu 15 September 2021, 12:02 WIB

DPR: Telusuri Ribuan Masyarakat Terpapar Covid-19 yang Terdeteksi Di Ruang Publik

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
DPR: Telusuri Ribuan Masyarakat Terpapar Covid-19 yang Terdeteksi Di Ruang Publik

MI/ANDRI WIDIYANTO
Pengunjung memindai kode QR melalui aplikasi Peduli Lindungi di Pintu Gerbang Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021).

 

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo merasa prihatin dengan temuan 3 ribuan orang yang positif covid-19 terdeteksi keluyuran ke berbagai ruang publik, termasuk di pusat perbelanjaan. Rahmad minta pemerintah menelusuri penyebab orang-orang tersebut masih berkeluyuran di pusat-pusat perbelanjaan.

"Sistemnya sudah bagus, tidak bisa dibohongi, artinya mereka yang dinyatakan positif oleh laboratorium akan terintegrasi dengan PeduliLindungi, saya kira bagus," kata Rahmad dalam keterangannya, Rabu (15/9).

Tetapi yang menjadi kebocoran adalah yang perlu ditelusuri dan perlu pendalaman kenapa pasien yang berstatus positif bisa berkeliaran di mal-mal.

Baca juga: POP Akan Segera Bergulir, PTIC Ingatkan Tantangan Ormas Penerima Dana

Dirinya menginginkan agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama. Menurutnya, sistem dalam aplikasi PeduliLindungi serta pengawasan di lapangan perlu terus disempurnakan.

"Kejadian ini menjadi cambuk kita bersama, agar sistem harus diperbaiki, disempurnakan, fungsi pengawasan dan kontrol di lapangan harus disempurnakan," ucap politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melaporkan perkembangan masif dari implementasi aplikasi PeduliLindungi.

Budi menyebut sudah ada 29 juta yang terdaftar di aplikasi tersebut. Dari aplikasi itu terdeteksi masyarakat yang berkeliaran meski dalam keadaan positif Covid-19. Tercatat ada 3.830 orang yang terdeteksi positif Covid-19.

"Kita bisa lihat surprisingly tetep aja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam. Hitam itu artinya positif covid-19 tapi masih jalan-jalan," jelasnya.

"Masih masuk mal 3 ribu orang, masih masuk ke bandara 43 orang, masih naik kereta juga 63 orang, masih masuk restoran 55 orang. Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid-19 yang seharusnya stay di rumah atau isolasi terpusat," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara

Kasus Covid-19 Menurun, Luhut: Justru Hati-hati

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 September 2021, 20:14 WIB
Angka-angka ini membuat kita tidak boleh berpuas diri, justru...
ANTARA FOTO/Fauzan

Pemerintah Perketat Pintu Masuk dari AS dan Turki

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 September 2021, 19:39 WIB
Covid-19 di Negara Paman Sam pada akhir Agustus, mengalami lonjakan dalam sepekan terakhir. Tercatat dalam sehari rata-rata mencapai 200...
MI/Adam Dwi

Tempat Wisata tetap Dipenuhi Warga Meski ada Kebijakan Ganjil-genap 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 27 September 2021, 19:09 WIB
Meski tidak menyebutkan secara rinci, Luhut menyebut di beberapa tempat rekreasi seperti taman hiburan, ada peningkatan jumlah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Meretas Asa Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Potensi besar hanya akan tetap menjadi potensi bila tidak ada langkah nyata untuk mewujudkannya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya