Selasa 14 September 2021, 12:57 WIB

Menkominfo Apresiasi Angka Positivity Rate Indonesia Capai Batas Aman WHO

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Menkominfo Apresiasi Angka Positivity Rate Indonesia Capai Batas Aman WHO

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.

 

PEMERINTAH mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah berkontribusi dalam menurunkan angka positivity rate Covid-19 Indonesia terus.

Hingga Minggu,12 September 2021, positivity rate di Indonesia turun menjadi 3,05% atau telah berada di bawah batas aman Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 5%.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, pemerintah mengapresiasi kerja keras semua pihak hingga angka positivity rate Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Pemerintah mengharapkan kerja keras ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

"Per Minggu (12/9), positivity rate Indonesia telah turun ke 3,05%, atau berada di bawah 5% yang merupakan angka ideal dari WHO," ujar Johnny, Selasa (14/9).

Johnny menyebutkan bahwa kondisi ini sejalan dengan upaya penanganan pandemi di Indonesia yang terus membaik. Tingkat rata-rata positivity rate saat ini telah turun drastis dari posisi saat puncak lonjakan kasus terjadi pada Juni-Agustus 2021 yang sempat mencapai 30 persen.

“Namun, kerja keras dan keberhasilan ini tidak boleh membuat kita semua lengah dan terlena dalam euforia. Kita semua harus tetap mempertahankan, bahkan memperkuat kolaborasi untuk mempertahankan kinerja saat ini dan menghindari potensi lonjakan kasus terjadi di masa mendatang,” kata Johnny.

Johnny juga memastikan pemerintah akan terus memperkuat kapasitas penanganan pandemi dari sisi hilir hingga hulu. Di antaranya dengan meningkatkan tes epidemiologi dan rasio kontak erat agar orang yang terinfeksi bisa segera dirawat, serta surveilans genomik di daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

Pemerintah juga terus memperkuat layanan kesehatan primer, menambah, dan meningkatkan pemanfaatan isolasi terpusat sambil mengimbau pasien untuk dirawat di Isoter atau RS.

Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur, oksigen, alkes di RS, mengerahkan tenaga kesehatan cadangan, memperketat syarat masuk RS, mendampingi pasien isolasi mandiri dengan ketat melalui layanan telemedicine, dan memberikan paket obat Isoman.

“Tentunya, pemerintah juga tak akan lelah untuk terus menggencarkan program vaksinasi dari sisi hulu dan tetap mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Semua upaya ini diharapkan bisa membawa Indonesia keluar dari dampak pandemi," pungkasnya. (Iam/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Adiwinata Solihin

Disdik DKI Pastikan Rencana PTM di 1.500 Sekolah Jalan Terus

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 24 September 2021, 15:51 WIB
Kasubbag Humas Disdik DKI Jakarta, Taga Radja, menegaskan saat ini proses asesmen untuk pembukaan sekolah tatap muka di kurang lebih 890...
Antara

Terima Aduan 19 Ribu Guru Honorer, PGRI Desak Perbaikan Sistem Rekrutmen PPPK

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 24 September 2021, 15:45 WIB
PENGURUS Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menerima sekitar 19.752 aduan dari para guru honorer dari berbagai daerah di...
Antara

World Expo 2020 Buka Potensi Perdagangan, Investasi, hingga Kerja Sama Perubahan Iklim

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 24 September 2021, 15:30 WIB
Partisipasi Indonesia dalam World Expo 2020 di Dubadi, Uni Emirat Arab (UEA) pada 1 Oktober 2021-31 Maret 2022 diharapkan menguatkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

El Diablo Waspada Sodokan Pecco

Trek lurus sepanjang 1,2 kilometer di Circuit of The Americas, Austin, AS, dapat dimanfaatkan Pecco dengan tunggangan motor Ducati Desmosedici yang kian tangguh di beberapa seri terakhir.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya