Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN pariwisata di Labuan Bajo tidak lepas dari polemik mengenai hutan Bowosie. Terdapat penolakan dari masyarakat setempat terkait Proyek pembangunan pariwisata yang didesain oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP – LBF) di atas hutan Bowosie-Labuan Bajo.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata (BPOP) Labuan Bajo Flores Shana Fatina menjelaskan dari luasan 22 ribu hektar hutan Bowosie, ada lahan yang akan dibangun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan lahan yang akan dibangun BPOP.
Pada wilayah BPOP, belum ada pembangunan apapun. Tetapi lokasi tersebut memang direncanakan sebagai kawasan pariwisata terpadu, yang luasannya tidak lebih dari 17% dari total kawasan yang boleh dibangun yaitu 135 hektar.
"Lalu untuk sisanya karena kami hanya pengelolaan, kami hanya membangun fasilitas ekowisata seluas 10% dari total kawasan. Kami juga membangun ruang publik bagi masyarakat di Labuan Bajo, seperti jalur berlari, bersepeda di alam dalam bentuk hutan. Kami ingin lahan otorita menjadi representatif dari kawasan kawasan cagar biosfer dari taman nasional komodo. Kemudian juga akan tersedia pusat riset dan pertunjukan budaya," kata Shana, saat berbincang Live Instagram bersama Media Indonesia, Selasa (7/9).
Sedangkan lahan pembangunan untuk persemaian modern oleh KLHK konteksnya untuk penataan lanskap di Labuan Bajo, yang selama ini tanaman endemiknya diambil dari luar wilayah. Selain itu persemaian juga bagian dari misi Presiden membangun ekonomi hijau. Lokasi tersebut ditargetkan memiliki 5-7 juta bibit per tahun.
"Bayangkan nanti wilayah ini memiliki stok keanekaragaman hayati NTT sehingga kapan pun bisa dipakai untuk penataan kawasan ataupun untuk ruang terbuka hijau dan penyimpanan tanaman endemik lokal," jelas Shana.
Terkait kekhawatiran terancamnya penyangga sumber air masyarakat dari Hutan Bowosie, dia jelaskan BPOP sudah memiliki studi hidro geologi. Dia katakan area kawasan otorita bukan daerah tangkapan air, melainkan daerah untuk mata airnya keluar dan bisa dimanfaatkan.
"Kami sudah sampaikan tidak akan pakai air dari dalam kawasan. Jadi kami tidak akan mengebiri atau apapun. Kami akan menghubungkan antara sistem penyediaan air minum yang ada di bawah kementerian PUPR untuk dimanfaatkan," kata Shana.
BPOP juga sudah merancang daerah-daerah tangkapan yang wilayahnya berkurang karena adanya bangunan, akan diarahkan dengan sistem rain water harvesting (penampungan air hujan).
"Pada prinsipnya kami juga melakukan penghijauan karena beberapa lokasidi kawasan otorita pun sudah tidak ada pohonnya. Maka kami akan lakukan penghijauan hutan," kata Shana.
Sedangkan untuk kebutuhan air perhotelan dan resort akan dipenuhi dari luar kawasan, bukan sumber dari Hutan Bowosie. Pemerintah pusat akan memenuhi kebutuhan air baku juga pengaturan distribusinya. Pemerintah pusat menaikan volume distribusi air dari 40 liter per detik, menjadi 100 liter per detik, bersumber dari sungai Waemese.
"Kita akan mencari sumber air lagi untuk didistribusikan ke Labuan Bajo," kata Shana. (Try/E-1)
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Labuan Bajo terus memperkuat upaya pengelolaan sampah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus kualitas hidup masyarakat.
KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah.
PDIP menyoroti aspek keselamatan transportasi wisata
KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup total pelayaran wisata ke perairan Taman Nasional Komodo akibat cuaca ekstrem.
Polda NTT mengambil langkah responsif dan tegas dalam menangani tragedi tenggelamnya kapal wisata semiphinisi KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain melakukan pengawasan, petugas kepolisian juga aktif memberikan edukasi keselamatan kepada calon penumpang sebelum naik kapal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved