Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Tempe bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Menurut sejarah, tempe telah ada di Indonesia sejak abad ke-16. Tempe dibuat dengan bahan dasar kacang kedelai yang kemudian difermentasi.
Tempe merupakan makanan yang banyak dicari, karena selain harganya terjangkau, tempe menjadi salah satu sumber protein yang juga
mengandung kalsium dan zat besi. Umumnya, masyarakat Indonesia mengonsumsi tempe sebagai lauk atau diolah menjadi camilan, seperti keripik tempe. Di sisi lain, masyarakat Indonesia sudah sangat lekat dengan camilan dan kebiasaan ngemil.
Menurut laporan Licorice, 42,6% orang Indonesia menjadikan mencamil sebagai aktivitas mereka sehari-hari. Ketika ditanya alasan mereka mencamil, 57% menjawab mereka hanya ingin mengonsumsi sesuatu sebagai camilan. Laporan tersebut juga mengatakan bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia telah kecanduan akan rasa lezat dan berminyak dari camilan yang tidak sehat, yang meliputi camilan yang mengandung banyak gula dan monosodium glutamat.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan camilan yang bermanfaat, Lemonilo menghadirkan Chimi Keripik Tempe. Dibuat dengan kedelai pilihan berkualitas hasil panen petani lokal nusantara, Chimi Keripik Tempe hadir dengan dua varian yaitu Chimi Keripik Tempe Rasa Original dan Chimi Keripik Tempe Rasa Balado. Seperti produk Lemonilo lainnya, Chimi Keripik Tempe juga diolah tanpa menggunakan pengawet, penguat rasa, dan tanpa pewarna buatan.
“Sebagai perusahaan healthy lifestyle consumer goods berbasis teknologi, Lemonilo terus berupaya untuk menghadirkan beragam produk yang bebas dari 100+ bahan sintetis berpotensi berbahaya bagi tubuh, praktis, dan terjangkau untuk segala kebutuhan. Melalui Chimi Keripik Tempe, kami ingin memberikan alternatif camilan dengan cita rasa khas Indonesia, tanpa mengesampingkan manfaat baik dari tempe serta cocok untuk dikonsumsi oleh siapa saja. Dengan menggunakan bahan baku dari petani lokal, Chimi Keripik Tempe mempertegas komitmen kami untuk membuka akses hidup sehat bagi masyarakat Indonesia, serta menjadikan hidup sehat sebagai sesuatu yang normal di masyarakat,” ujar Shinta Nurfauzia, Co-CEO Lemonilo.
Tempe merupakan makanan asli Indonesia yang telah diakui dunia, dan Lemonilo memiliki misi untuk memopulerkan tempe sebagai makanan sehari-hari, khususnya dalam bentuk camilan. (OL-12)
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Tempe adalah makanan fermentasi yang bergizi, murah dan relevan untuk masyarakat Indonesia.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Meski idealnya asupan protein utama berasal dari sumber hewani, menurut ahli gizi, protein nabati dapat menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan biaya dan akses terhadap bahan pangan.
Menurut perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung Sendi, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved