Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BERKARIER di luar negeri merupakan impian banyak orang. Beberapa diantaranya bahkan sudah menyiapkan berbagai langkah baik sejak SMA/SMK maupun kuliah untuk bisa mendapat pekerjaan yang layak di negara lain.
Bekerja di luar negeri bukan berarti tidak ada jenis pekerjaan di dalam negeri atau melihat karier di negara lain lebih baik. Justru mereka merupakan penyumbang devisa bagi negara sekaligus membuktikan bahwa SDM Indonesia mampu bersaing di level internasional. Apalagi, bila pengalaman dan pengetahuan yang didapat kemudian dikembangkan di Tanah Air.
Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti Jherry Matahelumual mengungkapkan bahwa peluang berkarier di luar negeri memang terbuka. Namun untuk mewujudkannya tentu saja harus dipersiapkan baik melalui jenjang pendidikan formal maupun informal.
Pria asal Maluku yang bekerja di Australia itu membagikan pengalamannya terkait peluang dan tantangan. Menurutnya mengurus visa bekerja di Australia membutuhkan waktu yang lama. Prosesnya memang tidak mudah bisa lewat agen, sehingga lebih baik menggunakan visa bekerja sambil berlibur.
"Kita bisa kerja di Australia menggunakan working holiday visa. Visa ini berlaku 1 tahun dan bisa diperpanjang," ungkapnya dalam diskusi Opportunities and Work Culture Abroad yang diselenggarakan oleh STP Trisakti, Sabtu (21/8).
Dia membeberkan bahwa dengan berkuliah di STP Trisakti, dirinya mendapat peluang untuk bekerja di luar negeri melalui Kementerian Luar Negeri. Akan tetapi, di masa pandemi akses tersebut memang cukup sulit. Mengingat berbagai kebijakan pembatasan di berbagai negara yang berbeda-beda.
Terkait budaya kerja, menurutnya profesionalitas memang menjadi tuntutan utama di negeri Kangguru itu. Dirinya sendiri bekerja di Katherine Town Council dan berfokus pada tim work bukan individu.
"Tetap beradaptasi dengan social life tapi juga percaya diri dengan budaya kita," imbuhnya.
Alumni lainnya, M. Arif Ramadhan menyampaikan bahwa dirinya kini bekerja di Swiss sekaligus mengambil pendidikan magister di SHMS. Yang menariknya, Arif sendiri berkerabat dengan salah satu alumni IMI Switzerland yang dimana institusi tersebut memiliki hubungan kerjasama international dengan STP Trisakti.
"Wah, ini merupakan peluang besar untuk mahasiswa STP Trisakti untuk bisa berpengalaman kerja di Swiss". Ujar pria 25 tahun tersebut.
"Untuk kerja di Swiss bisa ambil belajar atau ambil kursus bahasa nanti bisa apply, magang juga. Nanti dari situ kalau mereka tertarik mereka bisa narik kita jadi pegawai tetap," kata pria yang bekerja Les Arcadas Hotel Geneva, Swiss.
Dijelaskannya bahwa di Swiss terdapat tiga bahasa yang digunakan yakni bahasa Prancis, Jerman dan Italia. Layakanya negara multikultur beradapatasi di negara tersebut tidaklah sulit.
Selain itu, Swiss juga merupakan negara dengan upah tinggi. Akan tetapi tuntutan kerja juga punya standar dan disiplin yang tinggi.
Sementara itu, Caroline Tjong mengatakan bahwa dirinya sudah hampir 5 tahun bekerja di Amerika Serikat. Dan di masa pandemi, dirinya masih bedampak meski pekerjaannya sebagai travel and account coordinator turut terdampak.
"Saat ini memang hampir 90% event-event secara online. Jadi saya tetap bekerja melakukab registrasi peserta event," kata dia.
Menurut Caroline, buday kerja di AS tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain. Tuntutan profesionalitas adalah kunci untuk meningkatkan karier di 'Negeri Paman Sam'.
Untuk bisa berkerja di AS, negara itu sangat ketat terkait dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Mengingat AS merupakan negara tujuan para imigran dari berbagai belahan dunia.
Berbagai kisah dan pengalaman tersebut diharapakna dapat menjadi insipirasi dan memotivasi bagi para mahasiswa yang ingin bekerja di luar negeri. Peluang dan budaya kerja merupakan hal yang perlu dipersiapkan dengan baik. (Van/OL-09)
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
BEBERAPA pekan setelah pembagian rapor, suasana sekolah biasanya dipenuhi senyum lega.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Hal tersebut bisa dilakukan melalui program Edutrip untuk mempelajari sistem pendidikan, budaya akademik, dan strategi pengembangan program pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.
WARGA binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung, menerima bantuan akses pendidikan tinggi berupa beasiswa perguruan tinggi.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa ekosistem akademik yang kolaboratif mampu melahirkan capaian kelas dunia.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved