Selasa 10 Agustus 2021, 15:55 WIB

Anak Bosan Belajar Daring, Coba Tips Ini

Mediaindonesia.com | Humaniora
Anak Bosan Belajar Daring, Coba Tips Ini

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Seorang siswa belajar daring di Balai Banjar Petangan Gede, Desa Ubung Kaja, Denpasar, Bali, Senin (20/7/2020).

 

SUDAH hampir dua tahun anak Indonesia belajar secara daring, tanpa tatap muka dan bersosialisasi secara langsung dengan guru dan teman-teman di sekolah.

Rasa jenuh dan lelah pasti muncul, namun demi kesehatan dan kepentingan bersama, PJJ dinilai masih efektif untuk menghindari anak dari bahaya virus Covid-19.

Baca juga: Bansos Beras Buruk, Mensos : Ganti dengan Beras yang Baru

Sebagai orangtua, terdapat beberapa cara dan upaya yang dapat dilakukan untuk hindari rasa jenuh di tengah belajar daring anak.

1. Lebih sering hadir untuk dampingi anak belajar daring 

Dampingi anak belajar secara daring tentu membutuhkan dedikasi waktu khusus bagi orang tua di tengah kesibukan sehari-hari.

Namun, orang tua sebagai pendamping aktif dapat mengajak anak diskusi, ulang instruksi guru bila dibutuhkan selama proses belajar hingga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bersama anak.

2. Lengkapi dan ubah ruang belajar anak secara berkala 

Ruang belajar anak tentu menjadi faktor penting dalam menjaga kondusifnya proses belajar daring. Jika anda memiliki ruang lebih, tidak ada salahnya untuk mendedikasikan ruangan tersebut untuk menjadi ruang belajar anak, terlebih lagi pastikan ruangan tersebut jauh dari distraksi seperti televisi, kasur, dan lainnya.

Lengkapi dan mengubah tata letak ruang dapat dilakukan bersama anak guna menumbuhkan rasa semangat dan memiliki, dan tentu dapat disesuaikan dengan kesukaan anak, seperti dalam pemilihan warna meja dan sebagainya.

3. Sediakan perlengkapan belajar anak sesuai dengan kesukaannya 

Perlengkapan belajar yang diperlukan diantaranya seperti tempat pensil, alat tulis, buku tulis, tempat minum, lampu belajar, hingga kursi ergonomis.

Kebutuhan ini juga bisa disesuaikan dengan kesukaan anak dan ajak anak memilih karakter favorit mana yang mereka inginkan. Misalnya dalam memilih tempat pensil dengan karakter kartun kesukaan anak.

4. Jangan lupa bermain

Bermain merupakan hak dan kebutuhan semua anak. Orang tua dapat melengkapi permainan yang sesuai dengan usia anak guna mengasah kreativitas anak.

Kegiatan bermain anak yang terganggu ternyata menjadi suatu masalah serius lho bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama proses anak dalam membangun watak atau karakter sosial. (Ant/OL-6)
 

Baca Juga

ANTARA/NOVRIAN ARBI

Unpad Siapkan Fasilitas Penunjang Pembelajaran Hybrid di Semester Genap

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 21 Januari 2022, 10:21 WIB
Pelaksanaan PTM terbatas untuk kegiatan praktikum sejak Oktober 2021 lalu dinilai...
Freepik

WFH Ternyata Tingkatkan Masalah Tulang Leher

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 21 Januari 2022, 09:47 WIB
"Daerah ini paling banyak mendapat pressure saat melakukan kegiatan WFH seperti kegiatan bersama komputer,...
Ist

Kementan Minta Pendidikan Vokasi Ciptakan Petani Profesional

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 21 Januari 2022, 09:10 WIB
Pendidikan vokasi merupakan salah satu alat untuk melahirkan petani milenial yang profesional, mandiri, dan berjiwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya