Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mendatangkan 700 unit oksigen konsentrator berikut peralatan pendukung ke Indonesia untuk membantu penanganan pasien yang membutuhkan.
"Kita tidak bisa melawan pandemi ini sendirian, kita harus melakukannya bersama-sama. Kita tidak dapat secara eksklusif menyelamatkan grup, organisasi, atau negara tertentu saja. Kita harus bekerja secara inklusif dengan semua kelompok masyarakat di dunia untuk mengatasi pandemi ini,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Budi mengatakan peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia memberikan tekanan yang signifikan pada sistem layanan kesehatan. Salah satu tantangan yang mendesak adalah menjaga pasokan oksigen yang cukup untuk merawat pasien dengan penyakit COVID-19.
Sejak bantuan oksigen konsentrator itu tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat (6/8), Kementerian Kesehatan segera mengalokasikan alat bantu pernapasan tersebut untuk fasilitas kesehatan yang tersebar di Indonesia.
“Kami menyambut baik dan menghargai dukungan kepada Indonesia dalam upaya kami melawan pandemi COVID-19," katanya.
Baca juga: Menkes Hapus Aturan Soal Vaksinasi Berbayar untuk Individu
Perwakilan WHO di Indonesia Dr N Paraniethara memberikan dukungan teknis untuk Kementerian Kesehatan melalui para mitra dengan mengerahkan staf teknis membantu Kementerian Kesehatan dalam menangani pandemi.
Menurut Paraniethara, WHO juga mendukung upaya pemangku kepentingan di Indonesia untuk mempercepat pemerataan vaksinasi nasional dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia mulai dari yang paling rentan.
“Mobilisasi alat pendukung kritis untuk menanggulangi COVID-19 ke Indonesia merupakan salah satu upaya yang menunjukkan solidaritas global untuk mengatasi ancaman global,” katanya.
Ia mengatakan WHO telah mendapat laporan terkait keterbatasan persediaan oksigen akibat perawatan intensif di rumah sakit sempat melebihi kapasitas tampung pelayanan yang tersedia.
"Kita membutuhkan dukungan di tingkat nasional dan internasional untuk mengatasi masalah ini bersama-sama," ujarnya.
Paraniethara mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus baru dan kematian dalam sebulan terakhir.
"Pemerintah Indonesia terus mempelajari pengalaman negara lain untuk strategi menghadapi lonjakan kasus COVID-19 dengan meningkatkan upaya pengujian, penelusuran, dan pengobatan serta memberlakukan pembatasan paling ketat yang pernah dilakukan Indonesia selama pandemi untuk mengekang penularan COVID-19," katanya. (Ant/OL-4)
Sejak jutaan tahun lalu, rotasi Bumi terus mengalami perlambatan. Perlambatan ini terjadi akibat tarikan gravitasi Bulan yang menciptakan gaya pasang surut, berfungsi seperti rem alami.
Atmosfer Bumi tidak selalu kaya oksigen seperti saat ini. Sekitar 3 miliar tahun lalu, hampir tidak ada oksigen bebas di udara.
Keterlambatan penanganan penyakit pneumonia pada bayi bisa menyebabkan bayi kekurangan oksigen dalam waktu lama dan kondisi ini mempengaruhi perkembangan otaknya.
Hasil interaksi radiasi dengan es, seperti yang ditemukan di Europa atau Ganymede (bulan Jupiter), yang menghasilkan sedikit oksigen di permukaan, tetapi tidak membentuk atmosfer layak huni.
Bukti geologi menunjukkan bahwa sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu, Bumi mulai mengalami peningkatan kadar oksigen di atmosfer.
Selama miliaran tahun pertama, atmosfer di Bumi hampir tanpa oksigen. Padahal, makhluk penghasil oksigen telah hidup di lautan purba.
PT Griya Idola berharap alat oxygen concentrator yang didonasikan bisa membantu memperbaiki taraf kesehatan masyarakat sekitar.
PT. Kino Indonesia, Tbk, menyumbangkan generator oksigen, alat pemroduksi oksigen tanpa batas, untuk membantu mengatasi masalah keterbatasan tersebut.
Sebelumnya, pada 2021, Kadin juga menyumbangkan 15 tabung oksigen yang didistribusikan ke tiga rumah sakit
Donasi 100 unit konsentrator oksigen merupakan kelanjutan dari inisiatif SMBC dalam membantu mengatasi penularan dan dampak Covid-19 di dunia, termasuk Indonesia.
Sebagai perusahaan yang tumbuh dan menjadi bagian dari keluarga Indonesia, menjadi komitmen kami untuk dapat berkontribusi bagi upaya bersama dalam menghadapi pandemi covid-19 ini,”
Bantuan ini guna mengantisipasi munculnya varian baru Covid-19 yang dapat mengakibatkan lonjakan kasus dan kebutuhan terhadap oksigen seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved