Kamis 05 Agustus 2021, 08:05 WIB

Angka Kematian Covid-19 Tertinggi di Jawa Tengah, Tiga Kalinya Jawa Barat

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Angka Kematian Covid-19 Tertinggi di Jawa Tengah, Tiga Kalinya Jawa Barat

CDC
Virus korona penyebab covid-19.

 

PADA 4 Agustus 2021, kasus harian covid-19 di Indonesia kembali merangkak naik menjadi 35.867 kasus dan menjadikan total kasus nasional mencapai 3.532.567 kasus. Angka kematian masih bertahan tinggi sebanyak 1.747 kasus dan membuat total kematian menembus angka 100.636 kasus. Sebelumnya, pada 3 Agustus 2021 kasus positif baru tercatat 33.900 orang dan angka kematian tercatat 1.598 kasus.

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan, lima provinsi dengan angka kematian harian tertinggi ialah Jawa Tengah yang menambahkan 520 kasus dan kumulatifnya 20.947 kasus, Jawa Timur menambahkan 339 kasus dan kumulatifnya 21.670 kasus, Jawa Barat menambahkan 142 kasus dan kumulatifnya 9.960 kasus, Kalimantan Timur menambahkan 85 kasus dan kumulatifnya 3.616 kasus serta Banten menambahkan 80 kasus dan kumulatifnya 2.250 kasus.

Dari data itu, terlihat bahwa angka kematian di Jawa Tengah 3 kali lipat kematian di Jawa Barat, atau 6 kalinya angka kematian di Banten. Sedangkan, Kalimantan Timur menjadi satu-satunya daerah di luar Jawa, dengan angka kematian covid-19 yang cukup signifikan.

Dalam penelusuran Media Indonesia, total kasus kematian pasien covid-19 tertinggi di Jawa Tengah berasal dari Kota Semarang, Kota Kudus, dan Kabupaten Demak. Dalam laman resmi Satgas Penanganan Covid-19 Kota Semarang, tercatat sudah 6.014 kasus kematian akibat covid-19 per 4 Agustus 2021. Dari jumlah tersebut, 4.168 orang merupakan warga Kota Semarang dan 1.834 orang berasal dari luar Ibu Kota Jawa Tengah.

Angka sembuh
Dalam laporannya, Satgas Penanganan Covid-19 juga melaporkan, naiknya angka kesembuhan harian sebanyak 34.251 orang sembuh per hari.

"Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga melebihi angka 2,9 juta orang sembuh atau tepatnya 2.907.920 orang atau 82,3%," tulis Satgas dalam rilisnya.

Dengan melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Tengah menambahkan 6.135 orang dan kumulatifnya 321.719 orang, diikuti Jawa Barat menambahkan 5.378 orang dan kumulatifnya 495.923 orang, Jawa Timur menambahkan 4.192 orang dan kumulatifnya 252.303 orang, DKI Jakarta menambahkan 2.471 orang sembuh dan kumulatifnya yang tertinggi sebanyak 796.364 orang serta Banten 2.420 orang dan kumulatifnya 88.461 orang.

Pada kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, ada pengurangan sebanyak 131 kasus dan totalnya menurun menjadi 524.011 kasus atau 14,8%. Pada pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), bertambah sebanyak 35.867 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 3.532.567 kasus.

Sementara, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 1.747 kasus dan kumulatifnya mencapai 100.636 kasus (2,8%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 242.328 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 146.820 kasus.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni Jawa Tengah menambahkan 4.169 kasus dan kumulatifnya 397.839 kasus, diikuti Jawa Timur menambahkan 4.030 kasus dan kumulatifnya 322.735 kasus, Jawa Barat menambahkan 3.994 kasus dan kumulatifnya 622.432 kasus, DKI Jakarta menambahkan 2.981 kasus dan kumulatifnya 823.346 kasus serta Kalimantan Timur menambahkan 2.222 kasus dan kumulatifnya 123.950 kasus.

Sedangkan untuk sebaran kasus aktif, jumlah tertinggi berada di Jawa Barat sebanyak 116.549 kasus, Jawa Tengah sebanyak 55.173 kasus, Jawa Timur sebanyak 48.762 kasus, DI Yogyakarta sebanyak 38.077 kasus dan Banten sebanyak 26.750 kasus.

Per 4 Agustus 2021, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 27.100.348 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 6.685.547 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 18.725.564 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 27,10% dan positivity rate spesimen mingguan (25 - 31 Juli 2021) di angka 30,75%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 433 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 148.812 orang dan kumulatifnya 18.382.837 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 14.850.270 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 112.945 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 24,10% dan positivity rate orang mingguan (25 - 31 Juli 2021) di angka 25,63%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Vaksinasi
Bagaimana dengan perkembangan program vaksinasi? Dilaporkan bahwa penerima vaksin pertama terus bertambah dan hari ini sebanyak 379.057 orang dengan totalnya melebihi 48 juta orang atau 48.485.265 orang.

Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua juga meningkat melebihi 21 juta orang atau angka tepatnya 21.965.366 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 528.458 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Dalam penanganan pandemi covid-19 di Indonesia, Satgas mengatakan, pemerintah melakukannya secara cermat dan hati-hati. Karena, pemerintah dan masyarakat menghadapi pilihan yang sulit karena harus berupaya maksimal mencegah jatuhnya korban jiwa akibat terpapar covid-19.

Sementara dari sisi masyarakat, selain rentan tertular virus, masyarakat juga terancam kesulitan ekonomi karena kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian sehingga menurunkan pendapatan.

"Oleh karena itu, kebijakan yang diberlakukan harus dinamis dan adaptif menyesuaikan perkembangan Covid-19," Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covis-19 di Graha BNPB, Selasa (3/8).

Seperti yang dilakukan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang kini sudah mencapai PPKM Level 4. Dan baru diperpanjang lagi untuk periode 3 - 9 Agustus 2021. Perpanjangan ini dikarenakan pada penerapan PPKM periode 26 Juli - 2 Agustus 2021 menghasilkan perbaikan terhadap penanganan pandemi.

"Perbaikan ini terlihat dengan menurunnya jumlah kasus harian, penurunan bed occupancy ratio (BOR) dan meningkatnya angka kesembuhan," imbuh Wiku.

Disamping itu, dalam penanganan pandemi covid-19 di Indonesia, kebijakan pemerintah bertumpu pada 3 pilar utama yaitu protokol kesehatan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan), upaya 3T ( testing, tracing dan treatment ) serta program vaksinasi. Dan ini diwujudkan dalam kebijakan-kebijakam yang bersifat dinamis dan adaptif menyesuaikan perkembangan pandemi covid-19. (H-2)

Baca Juga

Ant/Dedhez Anggara

Kemendikbud Umumkan 10 Pemenang Lomba Cipta Lagu Tradisi NTT

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 08:29 WIB
LOMBA Cipta Lagu Tradisi NTT secara rutin digelar untuk memperkokoh akar budaya tradisi di sejumlah daerah di...
Dok. Yayasan Gerak Bareng

Kemanusiaan di Atas Segalanya

👤MI 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 06:10 WIB
GERAK  Bareng bermula dari komunitas yang kemudian bertransformasi menjadi yayasan sejak...
Dok. Yayasan Gerak Bareng

Gerak Bareng Bantu Tetangga

👤Fathurrozak 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 06:00 WIB
TIAP hari, Bawan melintas di kawasan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat untuk menjajakan roti di tempat yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya