Senin 02 Agustus 2021, 14:46 WIB

Survei BPS: Kepatuhan Responden pada Prokes Cukup Baik

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Survei BPS: Kepatuhan Responden pada Prokes Cukup Baik

Antara
Ilustrasi

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) menyatakan sebagian masyarakat Indonesia telah mematuhi protokol kesehatan dengan baik. Hal itu merujuk dari hasil survei yang dilakukan pada 13-20 Juli 2021 dengan jumlah responden 212.762 orang.

"Secara umum, tingkat kepatuhan masyarakat itu sudah cukup baik," ujar Kepala BPS Margo Yuwono saat menyampaikan rilis secara virtual, Senin (2/8).

Dia menjelaskan, survei yang dilakukan BPS menggunakan metode non probability yang disebarkan secara berantai (snowball). Dus, hasil survei yang didapat tak mewakili seluruh penduduk di Indonesia.

"Informasi yang dihasilkan merupakan gambaran individu yang secara sukarela berpartisipasi dalam survei dan tidak mewakili kondisi seluruh masyarakat suatu daerah atau seluruh Indonesia," terang Margo.

Dari 212.762 responden yang terlibat dalam survei, imbuhnya, sebanyak 55,2% merupakan perempuan dan sebanyak 44,8% merupakan laki-laki. Survei tersebut juga dipilah berdasarkan area, yakni Jawa-Bali dan luar Jawa Bali.

Tercatat responden asal Jawa-Bali sebanyak 71,3% dan responden yang bukan dari Jawa-Bali sebanyak 28,7%. Pemilahan area dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III-IV yang dijalankan pemerintah.

Hasil survei BPS menunjukkan, secara nasional sebanyak 80,86% responden mengaku patuh pada penggunaan satu masker. Lalu sebanyak 54,5% responden mengaku telah menggunakan dua masker sesuai anjuran pemerintah.

Sedangkan sebanyak 78,5% responden mengaku telah mematuhi anjuran untuk mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Lalu sebanyak 78,5% responden mengaku telah menjauhi kerumunan untuk menghindari potensi penyebaran covid-19.

Lalu bila dilihat berdasarkan area, sebanyak 90% responden di Jawa-Bali mengaku telah menggunakan satu masker. Sementara hanya 61% responden yang mengenakan dua masker.

Baca juga : Indonesia akan Terima Tambahan 45 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Agustus

Lalu sebanyak 78% responden asal Jawa-Bali mengaku telah mencuci tangan menggunakan sabun maupun hand sanitizer. Sedangkan sebanyak 82,3% responden mengaku telah menghindari kerumunan.

Margo mengatakan, kepatuhan protokol kesehatan responden asal Jawa-Bali lebih baik ketimbang responden luar Jawa-Bali. Hal tersebut dapat menjadi sinyal bagi pihak terkait untuk menegakkan protokol kesehatan di luar Jawa-Bali.

"Kepatuhan di luar Jawa-Bali lebih rendah dibanding Jawa-Bali. Ini penting, karena fasilitas kesehatan itu lebih bagus di Jawa-Bali, maka perlu juga mengantisipasi kasus covid di luar Jawa-Bali, maka penanganan di hulu menjadi penting untuk taat pada prokes," jelasnya.

Dari hasil survei BPS didapati sebanyak 83% responden luar Jawa-Bali menggunakan satu masker. Sementara hanya 37% responden yang mengenakan dua masker. Lalu sebanyak 65,4% responden mengaku mencuci tangan dengan sabun maupun hand sanitizer. Sedangkan kepatuhan untuk menghindari kerumunan hanya dilakukan oleh 69% responden di luar Jawa-Bali.

Margo mengatakan, tingkat pendidikan responden dalam survei didominasi oleh pendidikan D-IV/S-1 yakni 46,8%; SMA 29,6%; S-2 8,7%; DI-II-III 7,8%; dan S-3 0,4%. "Sebaran pendidikan ini menggambarkan juga tingkat literasi masyarakat pada sistem yang kita bangun," jelasnya.

Dari survei itu, imbuh Margo, BPS juga mendapati 20% dari total responden belum melakukan vaksinasi. Setidaknya ada lima alasan urungnya melakukan vaksinasi yang dikemukakan responden.

Pertama, sebanyak 21,2% responden belum divaksin lantaran menunggu jadwal vaksinasi. Kedua, 26,3% responden masih mencari lokasi vaksinasi. Ketiga, 15,8% responden tidak mau atau khawatir efek samping vaksin. Keempat, 4,2% responden tidak percaya efektivitas vaksin. Kelima, 32,5% responden mengemukakan alasan lain seperti faktor kesehatan, ibu hamil, sarana dan akses jalan sulit. (OL-2)

 

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Terus Berkurang

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 26 September 2021, 12:52 WIB
Aris menyebut jumlah pasien yang masih harus dirawat di RSDC Wisma Atlet kini berjumlah 341 orang dari semula 377...
MI/Widjajadi

Menko PMK : Perkawinan Anak Perbesar Peluang Ciptakan Generasi Miskin

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Minggu 26 September 2021, 12:45 WIB
Meskipun data angka perkawinan anak terus mengalami penurunan hingga mencapai 10,19% di tahun 2020, namun di sejumlah daerah angkanya...
Dok. Kemendikbud-Ristek

Jawa Tengah Juara Umum Kompetisi Olahraga Siswa Nasional Tahun 2021

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 26 September 2021, 12:19 WIB
Juara umum Jawa Tengah, diikuti Jawa Barat, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, serta DI...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya