Senin 02 Agustus 2021, 06:59 WIB

Sedang Isoman? Jangan Lupa Rutin Evaluasi Kondisi

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Sedang Isoman? Jangan Lupa Rutin Evaluasi Kondisi

MI/Palce Amalo
Lurah Liliba, NTT, Viktor Makoni mengunjungi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena covid-19.

 

SAAT Anda melakukan isolasi mandiri (isoman) setelah terkonfirmasi positif covid-19 dan keputusan isolasi itu diberikan dokter, setidaknya ada empat hal yang bisa Anda lakukan selama masa isolasi. Salah satunya adalah mengevaluasi keadaan secara rutin minimal dua kali sehari.

Guru Besar Paru FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama, dalam pesan elektroniknya, dikutip Senin (2/8), mengatakan evaluasi yang perlu Anda lakukan adalah mengecek suhu dengan termometer, saturasi oksigen dengan oximeter, perubahan gejala yang terjadi, serta perubahan pada penyakit komorbid yang ada.

Kedua, lakukan komunikasi dengan tenaga kesehatan secara rutin. Misalnya, melalui telepon atau menggunakan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

Baca juga: NasDem Santuni 3 Bersaudara yang Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

Saat ini, Anda juga bisa memanfaatkan fasilitas telemedisin yang disediakan pemerintah atau berkonsultasi dengan dokter pilihan Anda.

"Ini dapat dilakukan dengan telepon atau WA ke rumah sakit atau puskesmas, atau lewat telemedisin yang disediakan pemerintah, atau setidaknya selalu berkomunikasi dengan dokter atau petugas kesehatan lain yang dikenal," tutur Tjandra.

Ketiga, sediakan obat untuk covid-19 dan penyakit komorbid Anda, bila ada.

Menurut Tjandra, obat, baik untuk covid-19 maupun penyakit komorbid, sama pentingnya.

"Baik obat untuk covid-19 maupun juga yang sama pentingnya adalah obat untuk penyakit komorbid yang harus dikonsumsi. Penanganan komorbid sangat penting. Kalau komorbidnya memburuk, bisa memperburuk covid-19-nya juga," kata dia.

Selain itu, hal yang tidak kalah penting selama Anda melakukan isolasi mandiri yakni tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik, beristirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.

Angka kematian dan penularan

Terkait angka kematian pasien covid-19, Tjandra membandingkan data pada 3 Juli 2021 dan 1 Agustus 2021. Dia mencatat terjadinya kenaikan angka lebih dari tiga kali lipat.

Pada 3 Juli lalu, tercatat sebanyak 491 orang meninggal dunia akibat covid-19. Angka itu naik menjadi 1.604 orang pada 1 Agustus 2021.

Menurut dia, jumlah kematian harus ditekan dan ini perlu menjadi prioritas utama.

Dia menyarankan tujuh cara dalam hal ini, yakni melakukan analisa mendalam tentang sebab kematian dan faktor yang mempengaruhinya.

Kemudian, menekan penularan di masyarakat dengan pembatasan sosial, meningkatkan tes dan telusur, serta meningkatkan vaksinasi utamanya pada kelompok rentan.

Selanjutnya, identifikasi dan pengendalian infeksi akibat varian delta dan varian baru lainnya, menangani dengan seksama pasien isolasi mandiri, dan menyediakan pelayanan yang baik dan lengkap di rumah sakit.

Terkait penularan covid-19 yang terjadi di masyarakat saat ini, Tjandra kembali membandingkan data 1 Agustus lalu dengan 3 Juli 2021.

Dia menemukan, angka kasus pada 1 Agustus lalu masih berada di angka 30.768 atau lebih tinggi dibandingkan 3 Juli yang angka kasusnya mencapai 27.913.

"Harus diingat pernah ada target agar sesuah PPKM angka dapat turun di bawah 10 ribu per hari. Jadi, masih jauh nampaknya," ujar Tjandra.

Berdasarkan angka kepositifan total, pada 3 Juli 2021, jumlahnya sebesar 25,2%, sementara menurut PCR/TCM angkanya 36,7%. Angka itu naik pada 1 Agustus, menjadi 27,3% dan 52,8% berdasarkan PCR/TCM.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengambil angka kepositifan di bawah 5% untuk menyatakan situasi sudah terkendali.

Melihat kondisi di Indonesia, menurut Tjandra, Indonesia masih lima kali lebih besar dari patokan aman 5% itu. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO.

Lima Langkah Preventif Sebelum Izinkan Anak Jalani PTM

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 September 2021, 00:05 WIB
Dokter Spesialis Anak dr. Natasya Ayu Andamari, SpA memberikan sejumlah kiat tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang tua sebelum...
Antara/Galih Pradipta

Dampak Pandemi, Nadiem: Satu Generasi Kehilangan Hampir Setahun Pembelajaran 

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 September 2021, 23:55 WIB
"Anak-anak kemungkinan besar kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun...
Dok. Pribadi

Tampil di Zakat Innovation Week, Rumah Kutub Paparkan soal Sedekah Minyak Jelantah 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 23:37 WIB
ERSENYUM adalah singkatan dari Terima Sedekah Minyak Jelantah untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya