Minggu 01 Agustus 2021, 13:40 WIB

Satgas Gabungan Padamkan 5 Hektare Karhutla di Sumsel

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Satgas Gabungan Padamkan 5 Hektare Karhutla di Sumsel

Antara
Upaya pemadaman karhutla dari udara

 

SATUAN Tugas (Satgas) Darat berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 5 hektar di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Satgas yang terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri dan masyarakat setempat didukung Satgas Udara dengan water-bombing.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) teridentifikasi di wilayah Desa Pulau Semambu dan Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara.

"Karhutla terjadi di lahan gambut dengan status areal penggunaan lain atau APL pada Sabtu (31/7), pukul 08.00 WIB," kata Abdul dalam keterangannya Minggu (1/8).

Hingga saat ini, total luas lahan terbakar di Kabupaten Ogan Ilir mencapai luas 49 hektar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengidentifikasi kawasan yang terbakar berupa lahan gambut dengan kedalaman sekitar 50 cm.

"Sedangkan dilihat dari jenis vegetasi, semak belukar, purun, ilalang dan gelam berada pada lahan terdampak," sebutnya.

Satgas Darat tetap siaga dalam menghadapi potensi terbakarnya kembali lahan terdampak karena titik panas dapat menjadi titik api, khususnya di lahan gambut.

Baca juga : Mahfud MD : Peran Tokoh Agama Penting dalam Percepatan Vaksinasi

"Setelah berhasil memadamkan api di lahan seluas 5 hektar tersebut, Satgas Darat melanjutkan dengan pendinginan atau mopping up," jelasnya.

Selanjutnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir berkoodinasi dengan aparat kecamatan setempat Bersama warga untuk melakukan pendataan pada area terdampak. BPBD Kabupaten Ogan Ilir sampai saat ini masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.

Upaya mematikan api di lahan gambut tersebut, Satgas Darat menggunakan peralatan dan perlengkapan pemadaman. Adapun peralatan yang digunakan meliputi satu unit motor dengan pompa pemadam, dua kendaraan R4 tangki, empat unit mesin pompa pemadam, kendaraan pemadam Manggala Agni serta jet shutter dan sprayer.

"Sedangkan pengeboman air, Satgas Udara menggunakan tiga helikopter water-bombing," lanjut Abdul.

Sementara itu, berdasarkan kajian inaRISK, Kabupaten Ogan Ilir memiliki potensi bahaya karhutla pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 16 kecamatan. Sedangkan pada analisis tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah, lahan di wilayah Ogan Ilir termasuk mudah terbakar pada awal Agustus 2021 ini.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih waspada dan siap siaga dalam membantu pencegahan dini karhutla di wilayahnya. "Pencegahan sejak dini karhutla lebih baik dibandingkan titik api telah menyebar sehingga sulit untuk dipadamkan, khususnya di lahan gambut," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Setwapres

Wapres Dorong NU Terdepan Atasi Persoalan Sosial

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:49 WIB
Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini umat tengah dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang memiliki dua...
Dok. Universitas Pancasila

Gandeng Universitas Cenderawasih, Universitas Pancasila Jalin Kolaborasi di Bidang Olahraga dan Akademik 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:45 WIB
Adanya kolaborasi ini memberi kesempatan kepada kedua kampus untuk bisa melakukan pertukaran mahasiswa dan...
Dok. Kalbis Institute

Kalbis Institute Luncurkan Program Management in Family Bussiness 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:36 WIB
Program itu bertujuan untuk bisa menjadi jembatan bagi seluruh mahsiswa agar bisa melanjutkan serta mengembangkan usaha yang telah dirintis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya