Selasa 27 Juli 2021, 16:19 WIB

Masyarakat Diimbau Jangan Ragu Jalani Isoman di Tempat Isolasi Terpusat

Atalya Puspa | Humaniora
Masyarakat Diimbau Jangan Ragu Jalani Isoman di Tempat Isolasi Terpusat

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Ilustrasi lokasi isolasi mandiri covid-19.

 

KETUA Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito mengimbau masyarakat yang terpapar virus untuk tidak ragu melakukan isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Saya mengimbau bagi masyarakat yang teridentifikasi positif covid-19 untuk tidak ragu menjalani isolasi terpusat pada tempat yang telah kami siapkan," ujar Ganip dalam keterangan resmi, Selasa (27/7).

Baca juga: Lagi, Indonesia Datangkan 21,2 Juta Bahan Baku Vaksin

Ganip menjelaskan bahwa pada tempat isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sudah siap dengan perangkat pendukung operasionalnya.

"Kami sudah siapkan tenaga medis, obat-obatan serta kegiatan treatment lainnya bagi pemulihan para pasien sampai sembuh atau negatif," tambahnya.

Ganip turut menegaskan kembali bahwa sangat penting bagi masyarakat yang positif covid-19 untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat guna pemulihan kondisi serta melindungi orang di sekitarnya.

"Sekali lagi jangan ragu untuk melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat, itu tempat yang tepat untuk memulihkan kondisi serta melindungi orang yang ada di sekitar kita," tegasnya.

Selanjutnya, tempat isolasi terpusat yang sudah disiapkan pemerintah pusat maupun daerah telah tersebar sesuai wilayahnya. Untuk lokasi isolasi terpusat yang ada di wilayah administrasi kota di DKI Jakarta, selain Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, telah dioperasikan Rumah Susun (rusun) Nagrak dan Pasar Rumput untuk menjadi tempat isolasi terpusat lainnya.

"Tempat isolasi terpusat yang ada di Jakarta berlokasi di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Nagrak dan Pasar Rumput yang telah disiapkan untuk dapat menampung hingga 10.000 pasien, peningkatan kapasitas RSDC Kemayoran juga sudah kami lakukan dimana bed occupancy rate (BOR) sudah mencapai sekitar 47 persen, kemudian Rusun Nagrak juga saat ini baru terisi 260 orang, serta Rusun Pasar Rumput yang kapasitasnya mencapai 6.000 tempat tidur baru terisi 110 orang," tutur Ganip.

"Masyarakat cukup membawa keterangan hasil tes swab antigen sudah dapat dirujuk ke tempat isolasi terpusat tersebut," lanjutnya.

Selain di Jakarta, tempat isolasi terpusat lainnya juga sudah disiapkan bagi masyarakat yang akan melakukan isolasi mandiri, antara lain di Kabupaten Bandung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Bantul dan Kota Solo.

"Di luar Jakarta, seperti di Bandung, Depok, Kota Tangerang juga sudah siap dengan tempat isolasi terpusat lainnya untuk menampung orang tanpa gejala dan gejala ringan," ungkapnya.

"Begitu pun di Jawa Tengah, seperti di Yogyakarta yang terbagi pada tiga tempat yang di Asrama Universitas Gadjah Mada, Asrama Universitas Negeri Yogyakarta dan Asrama milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Lalu di Solo juga sudah disiapkan dan tersebar sebanyak 1.700 titik baru terisi 400 titik," tutur Ganip. (OL-6)
 

Baca Juga

Ist

Dari Hasil Penelitian, Ada Perbedaan Nilai Perorangan dan Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno mengtaakan hal ini mengindikasikan adanya ketidakselarasan antara...
MI/ Abdillah M Marzuqi

BPJPH Pantau Ekosistem Industri Halal

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:00 WIB
BPJPH berupaya meningkatkan layanan jaminan produk halal dengan upaya proaktif, kreatif, dan...
DOK Sinar Mas Land.

BBQ 2021: Ratusan Anak Berlomba Membaca Al-Qur'an secara Virtual

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 18:35 WIB
Dalam penyelenggaraannya, Sinar Mas Land melalui YMSML bekerja sama dengan Yayasan Mama Papa mengajak para peserta membaca Al-Qur'an...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya