Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambut Tahun Ajaran 2021/2022 di tengah pandemi Covid-19, platform belajar online PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) menyelenggarakan rangkaian kegiatan bagi siswa, orang tua, dan guru.
Kegiatan tersebut antara lain Live Class gratis, pelatihan, sharing session, hingga webinar. Khusus untuk orang tua, Pahamify menggelar Talk show bersama psikolog anak dan parenting influencer dalam tema ‘Dampingi Anak Gapai Prestasi di Tengah Pandemi’.
Talk show menghadirkan Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri, parenting influencer Meisya Siregar, serta psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener sebagai pembicara.
Meski dilaksanakan virtual, kegiatan ini tetap diikuti secara antusias oleh lebih dari 100 orang tua. Ketiga pembicara membahas kilas balik pelaksanaan sekolah dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang telah dijalani selama kurang lebih satu tahun.
Selain itu, talk show ini juga memberikan tips mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam rangka menyambut PJJ tahun kedua.
“Penerapan PJJ merupakan hal yang baru bagi siswa, orang tua, guru, dan stakeholder pendidikan lainnya. Tentu dalam tahap adaptasi ini ada trial & error demi menemukan metode terbaik dalam proses belajar dan mengajar," jelas Fikri pada keterangan pers, Selasa (27/7).
"Satu tahun telah dilewati, kini saatnya kita bersiap menyambut Tahun Ajaran 2021/2022. Pahamify berkomitmen untuk senantiasa mendampingi orang tua dalam mendukung anak mencapai prestasi melalui proses belajar yang optimal. Acara hari ini menjadi salah satu kontribusi kami untuk mewujudkan komitmen tersebut,” urai Fikri.
Pada masa ini, orang tua dituntut untuk terlibat secara aktif dalam pendidikan anak. Penting untuk mengetahui pendekatan yang baik sehingga anak tetap merasa nyaman menjalani sekolah dari rumah.
“Kolaborasi antara ayah ibu dengan anak menjadi salah satu yang perlu dilakukan demi menunjang suasana belajar optimal. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami sebagai orang tua agar dapat terus mendorong motivasi anak,” ujar Meisya.
“Penerapan sekolah online bagi tiap anak dampaknya akan berbeda-beda. Ada yang sangat menikmati, tetapi juga ada yang merasa bosan dan kurang bersemangat. Orang tua harus mengenali terlebih dahulu karakter anak sehingga dapat menentukan bentuk dukungan terbaik bagi anak,” jelas Samanta.
Pahamify mencermati bahwa kelangsungan pendidikan di Indonesia pada masa ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua dan sekolah. Sebagai informasi, sejak Maret 2020 lalu Pahamify telah menjalankan berbagai program untuk tetap memfasilitasi siswa, orang tua, serta guru.
Program tersebut antara lain pemberian akses gratis; program #BelajarJam6Pagi, webinar dan pelatihan untuk guru, hingga sharing session untuk orang tua.
Saat ini Pahamify kembali memberikan akses gratis materi belajar untuk siswa dan guru SMA setiap hari Senin hingga Jumat di jam sekolah pukul 07.00 - 13.00 WIB bertajuk ‘Sekolah Bareng Pahamify’.
“Pahamify bertekad untuk membantu orang tua dalam mendampingi anak memperoleh pendidikan yang optimal di tengah pandemi Covid-19," tuturnya.
"Melalui Talk Show hari ini bersama parenting influencer dan psikolog anak, kami berharap dapat berbagi pengetahuan dan memperluas wawasan orang tua. Semoga hasil diskusi ini menjadi catatan penting bagi kita semua,” tutup Fikri. (RO/OL-09)
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
BAGAIMANA pendidikan dapat tetap berjalan ketika banjir merenggut kelas, fasilitas, bahkan rasa aman?
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved