Rabu 21 Juli 2021, 15:16 WIB

Soal Kelangkaan Obat Covid-19, GP Farmasi: Ada Masalah Supply-Demand

Insi Nantika Jelita | Humaniora
 Soal Kelangkaan Obat Covid-19, GP Farmasi: Ada Masalah Supply-Demand

MI/Andri Widiyanto
Warga membeli obat dan vitamin di Pasar Pramuka, Jakarta, di tengah lonjakan kasus covid-19.

 

GABUNGAN Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) mengungkapkan penyebab kelangkaan obat untuk terapi covid-19. Kondisi itu dipengaruhi gangguan pada supply dan demand.

Lalu, produsen obat tidak menduga akan ada lonjakan permintaan yang tinggi. "Terkait obat, bukan hilang. Ini masalah supply dan demand," ujar Sekjen GP Farmasi Andreas Bayu Aji dalam konferensi pers virtual, Senin (21/7).

"Kami tidak pernah bisa memprediksi ada peningkatan hampir lima kali (stok obat) kalau menurut data di kami," imbuhnya.

Baca juga: Jamin Ketersediaan, Pemerintah Buru 3 Jenis Obat Terapi Covid-19

Pada awal Juni, lanjut dia, terjadi peningkatan kasus covid-19 di Tanah Air, dengan 20 ribu kasus positif per hari. Kasus covid-19 bahkan kembali melonjak hingga menembus 50 ribu orang per hari.

Alhasil, permintaan obat terapi covid-19 ikut melambung. Namun, Andreas mengatakan produsen obat tidak siap menghadapi lonjakan permintaan.

"Di awal Juni, kasus covid-19 itu meningkat. Otomatis peningkatan obat meningkat dan kita tidak siap. Jadi, itu masalah supply dan demand, sehingga ada yang bilang hilang. Memang suplainya tidak siap," pungkas Andreas.

Selain masalah internal, dia juga membeberkan masalah lain dari kelangkaan obat terapi covid-19, yakni kendala impor. Menurutnya, pemerintah harus melobi perusahaan farmasi dari luar negeri. Sebab, obat terapi covid-19 juga menjadi rebutan negara lain.

Baca juga: Ruang Standardisasi Obat Pemicu Kebakaran BPOM

"Minggu lalu sempat terkendala karena bahan baku beberapa produk obat impor. Sempat ada problem terkait sistem di sana. Soal impor ini kita harus berebut, karena yang butuh obat tidak hanya Indonesia," jelasnya.

Untuk menjamin pasokan obat terapi covid-19 dari impor, GP Farmasi telah meminta kerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Sehingga, suplai obat tersebut tidak mengalami kendala bea masuk di bandara.

Produsen obat pun yang tergabung dalam GP Farmasi juga mengupayakan ketersediaan obat terapi covid-19. Bahkan, lanjut Andreas, ada pabrik produsen obat yang harus bekerja 24 jam.(OL-11)
 

 

Baca Juga

Antara

Kasus Covid-19 Nasional Bertambah 1.831 Orang

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:40 WIB
Sedangkan, untuk kasus aktif bertambah 754 sehingga menjadi 13.968...
Antara

Ibu Hamil dan Menyusui Harus Berhati-Hati dalam Memilih Skincare

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:24 WIB
Penggunaan bahan tertentu pada produk skincare, tidak langsung terdeteksi melalui USG dan dikhawatirkan mengganggu perkembangan otak...
Antara

Menkes: Berantas Narkoba, Wujudkan Generasi Unggul

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:10 WIB
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang berperan penting dalam program pembangunan negara. Pada 2030, Indonesia akan mencapai bonus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya