Rabu 21 Juli 2021, 10:42 WIB

Epidemiolog Sebut Herd Immunity di Indonesia Sulit Tercapai

Atalya Puspa | Humaniora
Epidemiolog Sebut Herd Immunity di Indonesia Sulit Tercapai

ANTARA/ MUHAMMAD IQBAL
Petugas menyuntikkan vaksin covid-19 kepada seorang pelajar di Sekolah Al Azhar BSD, Tangerang Selatan, Banten, Senin (19/7/2021)

 

Herd immunity atau kekebalan kelompok akan sulit tercapai di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh epidemiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad.

Pasalnya, Riris melihat beberapa aspek. Pertama, program vaksinasi masih terus digalakkan. Jenis vaksin gratis yang didapatkan oleh masyarakat utamanya adalah Sinovac. Penggunaan vaksin ini memiliki tujuan untuk menciptakan herd immunity di Indonesia. Berdasarkan teori, untuk mencapai kondisi herd Immunity diperlukan sebanyak 70% populasi yang memiliki imunitas.

“Dengan efikasi sinovac yang sebesar 65% dan target jumlah penduduk yang mendapatkan vaksin adalah 188 juta jiwa maka jumlah imunitas yang sebenarnya didapatkan adalah sebesar 122,2 juta jiwa. Angka tersebut belum cukup untuk mencapai kondisi herd immunity,” ungkap Riris dalam keterangan resmi, Rabu (21/7).

Baca juga:  Usai Ditegur Mendagri Insentif Tenaga Kesehatan Cair

Riris kembali menjelaskan pertimbangan lain adalah herd Immunity akan terbentuk jika target pemberian vaksin masih di dalam durasi imunitas terjadi. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan imunitas alami dari covid-19 tergolong singkat.

“Melihat kondisi Indonesia saat ini cukup sulit untuk mencapai herd immunity terjadi,” cetusnya.

Untuk itu, kata Riris, kenario ke depan, pandemi akan berlangsung cukup lama hingga fatalitas penyakit covid-19 akan menurun dan akan menjadi flu musiman. Hal ini mirip dengan adanya flu Spanish yang sebenarnya sampai saat ini juga masih bersirkulasi.

Untuk itu, selayaknya strategi intervensi keju Swiss diperlukan dengan berbagai intervensi agar mereduksi kasus covid-19. Seperti yang sudah kita lakukan bersama adalah penggunaan vaksin serta protokol kesehatan yang baik.

“Strategi 3M, 3T, mereduksi mobilitas, dan vaksinasi harus terus berlangsung agar angka kasus Ccvid-19 dapat terkendali. Langkah ini harus selaras dilaksanakan bersama baik dari pihak pemerintah dan masyarakat. Harapannya penularan covid-19 di Indonesia dapat dikendalikan,” pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara

BPPT: Perlu Terobosan untuk Pacu Pemanfaatan EBT

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:49 WIB
Padahal, pemanfaatan EBT di Indonesia pada 2025 ditargetkan sebesar 23%. Namun sejauh ini, realisasi penggunaan...
DO Pribadi.

Le Minerale dan Pemerintah Dukung Ekonomi Sirkular di Indonesia Green Summit 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:44 WIB
Wirausahawan sosial dan perusahaan swasta berperan penting dalam pendekatan ekonomi...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Masyarakat Diimbau Jangan Ragu Jalani Isoman di Tempat Isolasi Terpusat

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:19 WIB
pada tempat isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sudah siap dengan perangkat pendukung...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya