Senin 19 Juli 2021, 21:40 WIB

NasDem: Jangan Sampai Idul Adha Jadi Klaster Baru Covid-19

Cahya Mulyana | Humaniora
NasDem: Jangan Sampai Idul Adha Jadi Klaster Baru Covid-19

MI/M.Irfan
Ketua DPP PartaiNasDem Effendy Choirie

 

KETUA DPP Partai NasDem Effendy Choirie mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mentaati anjuran pemerintah dan ulama agar menggelar shalat Idul Adha di rumah saja.

"Pemerintah dan ormas Islam sudah melarang takbiran keliling juga shalat Idul Adha di lapangan atau di masjid. Sepatutnya kita ikuti aturan tersebut," anjur Effendy Choirie dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7).

Sebab, jika tidak dilarang akan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Saat ini, jumlah masyarakat yang terpapar virus corona terus mengalami kenaikan yang signifikan. "Kita tidak mau Idul Adha justru jadi klaster terbaru," ujar dia mewanti. 

Untuk itu, menurut Effendy Choirie, sebagai umat Islam wajib untuk menjalankan aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dan ulama karena baik untuk seluruh masyarakat.

Gus Choi, biasa Effendy Choirie disapa juga menegaskan jika pemerintah dan ulama melarang bukan tanpa dalil. Dalilnya, di dalam Islam harus lebih mencegah kerusakan ketimbang memperoleh kemaslahatan. Dan Covid-19 merupakan wabah yang sangat merusak. "Saya kira dalil-dalil semua shohih."

Baca juga : Presiden Panjatkan Doa untuk Kesembuhan dan Kekuatan Melawan Pandemi

Lagian, sambung Gus Choi, shalat Idul Adha juga sifatnya sunnah. Sedangkan shalat yang sifatnya wajib saja dianjurkan dan lebih baik dilakukan di rumah saja.

Lebih lanjut, politisi senior ini juga mengingatkan agar panitia kurban untuk menjaga protokol kesehatan (prokes) ketika melakukan pemotongan hewan kurban. 

Anjuran ini dilakukan karena setiap pemotongan hewan kurban, banyak warga setempat yang kerap berkerumunan hanya untuk melihat-lihat. Jadi, panitia kurban harus benar-benar ketat dalam menjalankan aturan prokes.

Begitupun pada saat pembagian daging kurban. Diharapkan, panitia langsung membagikan secara door to door agar tidak ada antrean atau kerumunan. "Bisa bahaya kalau warga berkerumun. Nanti jadi klaster kurban," tandas Gus Choi. (OL-7)

Baca Juga

Ist/Aston

Utamakan Prokes di Era PPKM, Aston Imperial Bekasi Hotel Siap Menyambut Tamu

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Juli 2021, 13:38 WIB
Langkah langkah yang diambil dan dibuat demi kesehatan dan keselamatan standar merupakan tujuan utama untuk menciptakan lingkungan yang...
ISTIMEWA

BMKG: Gempa Pacitan M5,0 Berdekatan dengan Sumber Gempa Besar 1937

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 Juli 2021, 13:05 WIB
Hingga pagi ini belum ada laporan terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kejadian gempa tersebut dan hasil pemodelan menunjukkan...
ANTARA/ ISTIMEWA

Pascagempa Pacitan, Risma Minta Pemda Perhatikan Prediksi Bencana BMKG

👤HUMANIORA 🕔Rabu 28 Juli 2021, 11:55 WIB
Menurut hasil penelitian, Kabupaten Pacitan salah satu kawasan di garis pantai selatan Pulau Jawa yang berpotensi gempa dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya