Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang direncanakan Juli 2021 harus segera dievaluasi. Ini seiring indikasi peningkatan penularan covid-19 terhadap anak yang mengemuka beberapa pekan terakhir.
"Rencana pelaksanaan PTM Juli mendatang harus berdasarkan pertimbangan yang matang dan rinci antara upaya menekan potensi learning loss dan ancaman anak-anak terpapar covid-19," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/6). Menurut Lestari, rencana PTM harus didasari atas persyaratan-persyaratan yang lebih ketat dan terukur dengan acuan keamanan terkini, mengingat anak-anak termasuk kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan covid-19.
Catatan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta per Minggu (20/6), jumlah pasien anak-anak yang kini dirawat di RS Wisma Atlet mencapai 10% dari 6.042 pasien dirawat, tepatnya 604. Data Satgas Penanganan Covid-19 di hari yang sama menunjukkan 12,5% dari total kasus positif secara nasional merupakan anak usia 0-18 tahun. Artinya, dari total 1.989.909 kasus sebanyak 248.739 di antara mereka ialah anak-anak dan balita.
Yang sangat memprihatinkan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, mengutip data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tingkat kematian atau case fatality rate anak terkonfirmasi covid-19 mencapai 3%-5%. Menurut Rerie, proses belajar secara daring yang dinilai akan menciptakan learning loss memang berpotensi menimbulkan kerugian dalam jangka panjang, tetapi ancaman penularan covid-19 saat ini ada di depan mata dan akan berdampak langsung terhadap kesehatan para peserta didik kita.
Dua opsi di atas, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, harus benar-benar dikaji dengan dasar-dasar pertimbangan yang realistis dan bertujuan sebesar-besarnya keamanan anak-anak para peserta didik dan para pendidik dalam proses belajar mengajar. Rerie berharap para pemangku kepentingan di daerah mengedepankan aspek-aspek keamanan dalam merencanakan proses belajar mengajar di wilayahnya di tengah pandemi covid-19 saat ini.
Perhatian terhadap tingkat penularan kasus positif covid-19 di setiap wilayah oleh para pemangku kepentingan, menurut Rerie, harus dilakukan secara serius dan transparan serta aktual, agar data yang dihasilkan layak dijadikan dasar pengambilan keputusan. Selain itu, jelasnya, diperlukan standar keamanan yang dikaitkan dengan kondisi tingkat penularan covid-19 di setiap wilayah sebagai acuan para pemangku kepentingan di daerah dalam menerapkan kebijakan terkait pelaksanaan proses belajar mengajar.
Dengan acuan standar keamanan yang ada, Rerie berharap, memberi kepastian kepada para pemangku kepentingan di daerah dan orang tua siswa dalam hal menolak atau sepakat melaksanakan sistem belajar mengajar yang ditawarkan di daerah masing-masing. (RO/OL-14)
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya membangun sistem peringatan dini bencana yang akurat dan mudah dipahami, agar risiko dampak cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menduga maraknya praktik pembalakan liar sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir Sumatra dan Aceh.
Seluruh warga negara, termasuk komunitas kampus, perlu terus didorong untuk menciptakan ruang yang aman melalui berbagai langkah bersama
LANGKAH pencegahan dan penanganan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditingkatkan, demi mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani keseharian.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Berbagai pengalaman menghadapi bencana alam yang telah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi kita agar mampu memitigasi sejumlah potensi bencana di tanah air.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan redistribusi guru sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan mutu pembelajaran
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan ekosistem digital demi mendukung kreativitas anak bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved