Kamis 24 Juni 2021, 10:00 WIB

Vaksinasi PCV Masuk Program Imunisasi Rutin Nasional

Atalya Puspa | Humaniora
Vaksinasi PCV Masuk Program Imunisasi Rutin Nasional

ANTARA/ Indrianto Eko Suwarso
VAKSINASI: Seorang petugas memberikan vaksin covid-19 kepada seorang pekerja di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

 

KEMENTERIAN Kesehatan menetapkan vaksin pneumococcus konyugasi (PCV) ke dalam program imunisasi rutin. Hal itu didasari pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK 02.02/Menkes/ 2534/2020 tentang Pemberian Imunisasi Pneumococcus Konyugasi (PCV).

Pencanangan introduksi imunisasi PCV di 2021 diawali di 8 kabupaten di Provinsi Jawa Timur, dan 6 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada Juni 2021 untuk Jawa Timu, dan Juli untuk Jawa Barat.

Sasaran penerima vaksin PCV adalah bayi usia 2 bulan dosis pertama, selanjutnya dilengkapi dengan dosis kedua pada usia 3 bulan, dan dosis ketiga lanjutan pada usia 12 bulan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pemerintah daerah meskipun sibuk dengan vaksinasi covid-19, vaksin rutin tetap harus dilakukan. Vaksin PCV menjadi salah satu dari 3 vaksin yang akan dimasukkan ke dalam program imunisasi rutin olehnya.

Dua vaksin lainnya adalah vaksin HPV dan vaksin rotavirus. Ketiga vaksin tambahan itu, lanjut Budi, akan diprogramkan mulai tahun depan dengan sasaran semua masyarakat Indonesia tanpa selektif. “Saya akan sangat senang kalau ini bukan hanya PCV, tapi include HPV dan Rotavirus, karena itu kita akan melakukan itu semuanya tahun depan,” ucap Budi dalam keterangan resmi, Kamis (24/6).

Untuk diketahui, vaksin PCV merupakan intervensi yang paling ampuh dan menghemat biaya untuk melindungi dan mencengah kematian pada anak-anak akibat pneumonia, yaitu peradangan paru paru yang disebabkan oleh infeksi. Untuk itu, pemerintah berkomitmen penuh untuk menyediakan vaksin PCV untuk menyelamatkan jutaan hidup anak-anak di Indonesia

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berpesan jangan sampai pencanangan ini hanya sekadar seremonial tetapi harus langsung dilaksanakan. “Imunisasi PCV ini segera kita realisasikan. Ibu Ketua PKK dan komunitas-komunitas yang lain memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia mewanti-wanti kepada petugas di lapangan untuk memastikan para orang tua membawa anaknya yang berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 12 bulan ke Posyandu terdekat agar mendapatkan vaksinasi PCV.

“Kita tahu bahwasanya pneumonia ini bisa menyerang siapa saja baik orang dewasa dan juga anak-anak, bayi laki-laki maupun perempuan, bahkan pneumonia merupakan penyebab kematian pertama di dunia dan penyebab 15 kematian anak dan balita,” tutur Fandi.

Di Indonesia sendiri memiliki penyakit prevalensi pneumonia mencapai 2%, di Kabupaten Gresik kasus pneumonia pada Balita tahun 2020 mencapai hampir 5.000 kasus atau sekitar 3,85% dari jumlah Balita. “Ini menjadi perhatian konsentrasi khusus, kita pemerintah juga harus benar-benar fokus terhadap penanganan penyakit pneumonia,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana menjabarkan introduksi imunisasi PCV akan dilaksanakan di 8 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jember, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Kota Malang.

“Pemilihan kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai wilayah introduksi PCV berdasarkan pertimbangan adanya sasaran yang cukup besar,” kata Herlin. Semua kebutuhan logistik berupa vaksin, alat suntik, dan lain-lain untuk pencanangan introduksi vaksinasi PCV sudah tersedia dan sudah disiapkan sampai di tingkat Puskesmas.

(Plt) Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Dewi Sartika merespons baik pencanangan introduksi vaksin PCV di Jawa Timur dan Jawa Barat. Ia memastikan akan berkomitmen sukseskan kegiatan vaksinasi PCV.

“Di Jawa Barat sendiri pada tahun 2020 terdapat seratus 100.770 kasus yang 78 kasus di antaranya adalah anak-anak usia di bawah 5 tahun, kemudian 22 kasus di antaranya di atas 5 tahun,” tutur Dewi.

Pencanangan introduksi vaksin PCV di Jawa Barat akan dilaksanakan di 6 kabupaten/kota dengan kasus pneumonia paling banyak, antara lain Kabupaten Bogor, Karawang, Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung.

Pencanangan introduksi vaksin PCV di Jawa Barat akan dilaksanakan di 379 Puskesmas dari 1.094 Puskesmas yang ada di Jawa Barat atau kurang lebih sebanyak 35%. Pada 4 Mei, lanjut Dewi, pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dilanjutkan juga sosialisasi di Puskesmas. Logistik untuk pelaksanaan vaksinasi PCV juga sudah disiapkan di Jawa Barat.

“Kami akan distribusikan logistik sesuai dengan mikroplaning yang sudah disusun oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota. Selanjutnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan untuk introduksi imunisasi PCV di provinsi dan kabupaten/kota sudah dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 17 Juni kemarin, sedangkan untuk di Puskesmas akan dilaksanakan minggu ini,” tuturnya. (H-1)

Baca Juga

MUI

MUI Hadiri Konferensi Internasional Lembaga Fatwa di Mesir

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:05 WIB
KETUA Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar menghadiri Konferensi Internasional Lembaga Fatwa yang digelar Dar Al Ifta...
Ant/M Risyal H

BOR Wisma Atlet Terus Alami Penurunan, Keterisian 27,5%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:55 WIB
KONDISI Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, sudah mengalami penurunan jumlah pasien covid-19. Saat ini RS menampung pasien sebanyak...
ANTARA/Fachrurrozi

Selama 3 Minggu Terakhir, Kasus Covid-19 di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi Meningkat

👤Kautsar Bobi 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:14 WIB
"Dengan masih naiknya kasus selama kurang lebih tiga minggu terakhir maka perlu antisipasi dan kesiapan dari seluruh fasilitas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya