Kamis 10 Juni 2021, 11:50 WIB

Hadapi Potensi Tsunami Jatim, BNPB Kuatkan Kelembagaan BPBD

Atalya Puspa | Humaniora
Hadapi Potensi Tsunami Jatim, BNPB Kuatkan Kelembagaan BPBD

Antara
Relawan dari BPBD Jawa Timur Mahmudi (kedua kanan) mengajarkan cara melindungi kepala menggunakan tas sekolah saat simulasi gempa.

 

DALAM menyikapi potensi gempa bumi M8,7 dan tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa Timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penguatan kelembagaan BPBD, baik provinsi, kabupaten dan kota di Jatim. Penguatan ini menindaklanjuti hasil kajian dan pemodelan potensi bahaya gempa bumi M8,7 yang dilakukan BMKG.

Plt. Deputi Bidang Pencegahan Harmensyah mengatakan bahwa pencegahan bencana harus dioptimalkan untuk meniadakan korban jiwa dan mengurangi kerugian yang mungkin timbul. Melihat aktivitas kegempaan di Jawa Timur selama periode 2008 – 2020, Harmensyah mengatakan terdapat loncatan aktivitas kegempaan 5 tahun terakhir.

“Gempa bumi cenderung meningkat sehingga upaya mitigas dan pencegahan perlu ditingkatkan,” ujar Harmensyah dalam keterangan resmi, Kamis (10/6).

Pada kesempatan itu, Harmensyah menyampakan beberapa langkah yang perlu dipersiapkan BPBD. Ia mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan sosialisasi dan komunikasi risiko kepada masyarakat. Berikutnya, BPBD memastikan jalur dan titik evakuasi tersedia dan aman, serta infrastruktur peringatan dini bekerja dengan baik.

Ia mengingatkan BPBD untuk melihat kembali rencanan kontinjensi daerah terkait bahaya gempa bumi dan tsunami. Tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui gladi dan simulasi.

“Kelembagaan penanganan darurat yang terencana serta pengembangan kapasitas destana yang terukur,” pesannya.

Masih terkait dengan upaya menghadapi bahaya gempa dan tsunami, Harmensyah menyampaikan mengenai investasi pengurangan risiko bencana tsunami melalui mitigasi berbasis ekosistem. Langkah ini dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Mitigasi ekosistem merupakan upaya penanaman vegetasi untuk mereduksi dampak tsunami di wilayah pesisir.

Pada Pantai Teleng Ria Pacitan Jawa Timur, sabuk hijau di sempadan pantai dapat ditemui yang berfungsi sebagai upaya memitigasi dampak tsunami.

Catatan BNPB terkait dengan sejarah tsunami di selatan Jawa, beberapa kali gempa yang menimbulkan tsunami yang berdampak ke selatan Banyuwangi terjadi pada 1840, 1867, 1875, 1977 dan 1994.

Tsunami 1994 termasuk jenis tsunami-earthquake atau silent tsunami di mana gempa tidak dirasakan oleh masyarakat tetapi tsunami yang terjadi cukup besar. (H-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Butuh Ketegasan Pemerintah dalam Pengendalian Covid-19

👤Cashya Mulyana 🕔Rabu 16 Juni 2021, 00:10 WIB
"Karena gejala kejenuhan masyarakat atas pandemi covid-19 terjadi secara meluas. Begitu juga dengan sebagian pemerintah daerah yang...
pbs.org

Jumlah Aduan Kekerasan Perempuan dan Anak di Kaltim Capai 1.386

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:55 WIB
Rincian kejadian kekerasan sebanyak ini berasal dari tahun 2019 sebanyak 629 pengaduan, tahun 2020 ada 612 pengaduan, dan hingga 11 Juni...
Ilustrasi

Imbas Mudik, Enam Provinsi di Jawa Dominasi Lonjakan Kasus Covid-19

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:44 WIB
Di lain sisi, ada sejumlah provinsi telah mengalami penurunan kasus dalam sepekan terakhir. Capaian itu harus terus dipertahankan dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya