Kamis 10 Juni 2021, 09:10 WIB

Generasi Terakhir Ingatkan Peran Agama Jaga Alam dari Krisis

mediaindonesia.com | Humaniora
Generasi Terakhir Ingatkan Peran Agama Jaga Alam dari Krisis

Antara
Ketua Pusat Pengkajian Islam, Unas, Fachruddin M. Mangunjaya menunjukkan akibat kerusakan ekosistem dan krisis iklim di Maladewa.

 

KETUA Pusat Pengkajian Islam Unas, Fachruddin M. Mangunjaya dalam peluncuran bukunya "Generasi Terakhir" mengingatkan peran umat Muslim sebagai khilafah dalam menjaga alam dari krisis.

Fachruddin mengatakan dirinya tak hanya sekadar membicarakan aktivisme dalam memerangi krisis iklim dalam buku tersebut.

"Bukan hanya mengenai aktivisme dan upaya, tapi menjembatani sains dan Islam yang dikembangkan dari zaman Ibnu Sina," kata Fachruddin dalam bedah buku yang digelar daring, Kamis malam (9/6)

Dia mengatakan adanya krisis iklim yang diakibatkan manusia juga membuat simbol umat Islam seperti masjid terancam keberadaannya.

Misalnya masjid-masjid yang berada di pinggiran pantai dan berjarak dekat bibir pantai, kini air laut menjadi pasang dan bangunannya tidak dapat terpakai lagi. "Banyak masjid tenggelam," kata dia.

Selain itu, krisis iklim juga membuat spesies flora dan fauna pupus dan menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem seperti di Uzbekistan, dimana laut menyusut.

Kemudian negara-negara dengan populasi Islam yang besar seperti Maladewa yang menerapkan kebijakan syariat Islam, namun membuat hampir seluruh wilayahnya tenggelam berada satu kilometer di atas permukaan laut dan mengancam umat Islam.

Oleh karenanya Fachruddin menegaskan dalam buku tersebut sebagai manusia yang menjadi khilafah dan hidup di Indonesia dengan kekayaan alamnya, hendaklah menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Sementara itu Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menanggapi bukan hanya "global warming," tapi kerusakan ekosistem jadi tantangan besar dunia Islam.

"Ini tantangan ke depan gimana mengaktulaisasikan praktik keislaman dalam lingkungan sehari-hari," ujar dia.

Menurut dia tantangan saat ini di Indonesia sebagai negara dengan populasi Islam besar, namun Islamisasi dalam perilaku menjaga lingkungan belum terlihat.

Hal itu diakuinya tidak mudah karena masih terkait dengan kemiskinan, faktor padat penduduk dan urbanisasi kota besar.

Sehingga perlu adanya upaya konkrit mengimplementasikan nilai Islam dalam menjaga lingkungan dan mencegah krisis iklim.

"Jadi masalah kita terkait tidak adanya kesadaran mengimplementasikan ajaran Islam tentang lingkungan," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar menanggapi bahwa buku tersebut menyadarkan manusia agar lebih sadar akan masalah besar yang sedang dihadapi yakni krisis iklim.

"Quran telah menegaskan tampak kerusakan di muka bumi adalah ulah tangan manusia. Apa yang salah manakala terjadi kerusakan bumi, pastilah kita menjadi faktor," kata dia.

Oleh karenanya, Nazaruddin mengimbau agar setiap umat muslim sebagai khalifah belajar dari sifat Allah yang memelihara alam, dan kembali mempelajari Quran dan Fiqih di mana ada ajaran mengenai memelihara alam dan memperbaiki estimologi keilmuan. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Pemerintah Teliti Sampel Varian Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Varian Delta Covid-19 Bisa Pengaruhi Respon Sistem Imun Manusia

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 15 Juni 2021, 09:40 WIB
Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM Gunadi menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 di antaranya terkonfirmasi sebagai varian...
Ist

Berikut Lima Alasan Kamu Harus Gabung di Universitas Esa Unggul

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 09:27 WIB
Universitas Esa Unggul hadir sebagai sebuah solusi untuk  calon mahasiswa yang masih bingung memilih perguruan...
MI/Andri W

Indonesia Negara Paling Dermawan se-Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 08:02 WIB
INDONESIA dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia berdasarkan World Giving Index yang dikeluarkan oleh badan amal Charities Aid...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya