Rabu 09 Juni 2021, 09:40 WIB

Unpad Lakukan Digitalisasi 15 Karya Tulis Pujangga Sunda

Faustinus Nua | Humaniora
Unpad Lakukan Digitalisasi 15 Karya Tulis Pujangga Sunda

Dok.Unpad
Kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

 

UNIVERSITAS Padjadjaran (Unpad) melalui Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDP BS) melakukan digitalisasi terhadap lima belas buku karya pujangga Sunda Haji Hasan Mustapa.

Ketua PDP BS Unpad Prof. Ganjar Kurnia menjelaskan, buku tersebut merupakan versi yang sudah diketik dan dikumpulkan oleh ahli waris Wangsaatmadja. Beberapa koleksi ada yang masih berupa tulisan tangan dari Hasan Mustapa.

"Buku tersebut diserahkan ke kita karena PDP BS Unpad lebih ke arah digitalisasi. Sesuai tagline kita Menyelamatkan Peradaban," ujar Prof. Ganjar dalam keterangan resmi, Rabu (9/6).

Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad tersebut mengatakan, seluruh buku akan dilakukan digitalisasi. Usai didigitalisasi, dokumen fisik akan dikembalikan kepada ahli waris keluarga Wangsaatmadja.

Haji Hasan Mustapa sendiri merupakan pujangga besar yang juga seorang ulama Tatar Pasundan yang lahir di Cikajang, 5 Juni 1851.

Karena itu, lima belas buku tersebut tidak hanya merupakan karya sastra, tetapi juga berisi perbincangan tentang agama, hingga kebudayaan Sunda. Karya tersebut ditulis Hasan Mustapa medio 1880 hingga 1900-an.

Rektor ke-10 Unpad ini mengungkapkan, buku ini merupakan dokumen penting dalam hal perkembangan bahasa dan budaya Sunda. Untuk itu, proses digitalisasi dilakukan agar rekam jejak pemikiran dan karya Hasan Mustapa di bidang kebudayaan Sunda maupun Islam bisa diketahui lebih luas.

Nantinya, buku yang sudah didigitalisasi bisa menjadi bahan penelitian bagi para akademisi. Selain itu, akademisi maupun masyarakat juga bisa melakukan perbandingan mengenai kondisi Sunda yang tecermin dalam buku dengan situasi saat ini.

"Banyak juga orang yang tidak tahu siapa itu Haji Hasan Mustapa. Orang lebih kenal sebagai nama jalan, tapi sosoknya siapa mungkin banyak yang tidak tahu," tandasnya.(van/OL-09)

Baca Juga

Dok. Pasar Gratis Samarinda

Uang bukan Segalanya

👤Jek/M-4 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 07:05 WIB
Di Tepian, Kalimantan Timur, hingga saat ini masih banyak pedagang kaki lima yang kesulitan...
Dok. Pasar Gartis Samarinda

Solidaritas lewat Pasar Gratis

👤Fathurozak 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 07:00 WIB
Lapak barang gratis ini sebagai bentuk solidaritas sesama warga di tengah...
Dok Duta Bahasa Nasional 2021

Cintai Bahasa yang Kita Miliki

👤Nike Amalia Sari 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 06:00 WIB
BERANGKAT dari keinginan untuk berkontribusi kepada masyarakat, Duta Bahasa Nasional 2021, Irfan Taofik dan Florie...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya