Jumat 04 Juni 2021, 04:25 WIB

Abbott Panbio Hadirkan Alat Antigen yang Nyaman dan Tidak Invansif

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Abbott Panbio Hadirkan Alat Antigen yang Nyaman dan Tidak Invansif

Antara/Muhamamd Iqbal
Petugas kesehatan melakukan swab test antigen

 

SALAH satu proses pencegahan penularan Covid-19 ialah dilakukannya metode swab antigen, terutama pada pelaku perjalanan antar-kota antar-provinsi. Metode swab antigen bertujuan untuk mencari/mendeteksi adanya protein dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. 

Selain mengungkapkan bila seseorang terinfeksi patogen seperti virus SARS-CoV-2, rapid test antigen juga bisa digunakan sebagai tes skrining, sehingga tindakan pencegahan penularan infeksi dapat segera dilakukan.

Proses pengambilan sampel sekresi dalam rapid test antigen dengan memasukan alat tes yang cukup panjang sampai ke bagian paling atas tenggorokan yang posisinya di belakang hidung memang sering dikeluhkan oleh banyak pasien khususnya bagi yang baru pertama kali menjalani tes swab antigen. Sampel kemudian diletakan ke dalam botol untuk uji selanjutnya.

Pada kasus tertentu, sejumlah pasien bahkan mengalami luka berdarah pada hidung pascates swab antigen berlangsung. Tidak heran kalau proses tersebut bisa menimbulkan trauma tersendiri, apalagi bagi anak-anak yang kulit hidungnya relative lebih sensitif dibandingkan orang tua.

Melihat fakta tersebut, Abbott Panbio antigen nasal dikembangkan sebagai alat usap yang tidak invansif karena pengambilan sampel hanya dilakukan sedalam 2cm dari permukaan lubang hidung.

Alat rapid tes Panbio COVID-19 Ag adalah alat uji aliran lateral untuk deteksi cepat kualitatif virus SARS-CoV-2 yang andal, praktis dan terjangkau. Panbio COVID-19 Ag bertanda CE, telah menerima Emergency Use Listing (EUL) atau Daftar Penggunaan Darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sudah tentu telah memiliki ijin edar dari Kemenkes hingga memenuhi syarat penggunaan yang ditetapkan oleh Kemenkes. 

Baca juga : Menlu: Indonesia Amankan Lebih dari 91 Juta Dosis Vaksin Covid-19

"Tes rapid Abbott Panbio antigen nasal tidak memerlukan instrumentasi dan memberikan hasil sekitar 15 menit. Dengan proses yang simple, alat ini sangat cocok untuk pengujian dalam skala besar pada berbagai keadaan dan kondisi masyarakat. Tes Panbio Covid-19 Ag telah digunakan secara luas di Eropa, Asia, dan Afrika," tulis Abbot Panbio dalam keterangannya.

Hasil studi klinis oleh Abbott terhadap 585 sampel menunjukkan bahwa uji Panbio COVID-19 Ag memiliki sensitivitas (kecocokan positif) sebesar 98,1% dan spesifisitas (kecocokan negatif) 99,8% pada orang yang diduga terpapar Covid-19 atau mengalami gejala-gejala akibat virus tersebut dalam tujuh hari terakhir.

Salah satu pengguna Abbot Panbio antigen nasal, Tri Laksono, karyawan swasta asal Bogor, Jawa Barat mengakui, proses pengambilan sampel sekresi dengan alat dari Abbott Panbio antigen nasal ternyata tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Proses usap hidung untuk mengumpulkan spesimen tidak berlangsung invansif karena hanya membutuhkan pengambilan sampel sedalam 2cm dari permukaan lubang hidung.

Tri hanya perlu memiringkan kepala ke belakang kira-kira 70 derajat, lalu kapas bertangkai dimasukkan ke lubang hidungnya sambil diputar dengan hati-hati sampai kedalaman lebih kurang 1 inci (sekitar 2cm). Setelah itu ia rasakan kapas diputar lima kali mengelilingi dinding hidung. Dengan menggunakan kapas yang sama, prosedur diulangi pada lubang hidung kedua, sebelum akhirnya dikeluarkan dari lubang hidung secara perlahan. 

"Sebelumnya saya sudah beberapa kali melakukan swab test antigen, dan rasanya memang lebih sakit. Swab dengan Panbio nasal ini ternyata tidak sakit,” ujarnya.  

Tenaga kesehatan di Kemang, jakarat Selatan, Hilda mengakui pengambilan sampel melalui metode nasal yang hanya sampai didindin hidung, lebih nyaman dibandingkan metode masofaring. Tenaga kesehatan pun dipermudah karena proses pengambilan sampel lebih cepat dan aman. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/M Irfan

PB IDI: Pemenuhan Jumlah Dokter Perlu Libatkan Kemendagri dalam SKB

👤 Faustinus Nua 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 16:09 WIB
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengakui bahwa saat ini Indonesia memang mengalami kekurangan tenaga...
MI/Lilik Darmawan

BRIN Sebut Embun Beku Papua Berpotensi Berlanjut

👤Dinda Shabrina 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 15:20 WIB
Embun beku kerap terjadi pada dini hari hingga pagi hari di daerah pegunungan dan lembah selama musim kemarau di...
ANTARA FOTO/Siswowidodo

Kegiatan Pramuka Bentuk Generasi Muda yang Tangguh

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 14:44 WIB
"Berbagai kegiatan Pramuka yang diperkenalkan sejak SD harus mampu dimanfaatkan sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya