Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan perlu kolaborasi skala besar untuk bisa mengatasi masalah sampah.
"Kita lakukan dalam kolaborasi berskala besar baru kita bisa menyelesaikan persoalannya karena memang sampah ini merupakan persoalan multidimensi," kata Novrizal dalam webinar Taruna Merah Putih "Gerakan bersama Mengatasi Persoalan Sampah", Jakarta, Senin (31/5) malam.
Novrizal menuturkan pengurangan dan pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan semua pihak termasuk dunia swasta dan masyarakat.
Dia menuturkan hal-hal prioritas untuk mendorong persoalan sampah bisa ditangani dalam kolaborasi skala besar yakni edukasi dan kampanye publik, dan ekonomi sirkular termasuk mendorong tanggung jawab atau peran produsen dan dukungan partisipasi publik.
Selanjutnya, lingkup prioritas itu juga termasuk peningkatan kapasitas pemerintah daerah baik dari segi sarana, prasarana maupun teknologi, pemberian penghargaan adipura dan evaluasi kinerja pemerintah daerah, serta mengembangkan data persampahan nasional sebagai platform data nasional.
Dia menuturkan edukasi dan kampanye publik ditujukan untuk membangun peradaban, minimal membatasi dan mengurangi sampah menjadi kesadaran kolektif, gaya hidup bahkan menjadi jalan hidup (way of life) masyarakat. "Membatasi sampah menjadi jalan hidup, minimalnya adalah gaya hidup," ujar Novrizal.
Pemerintah juga mendorong peran dan tanggung jawab para produsen seperti produsen air mineral dan rokok untuk mengurangi sampahnya.
Terkait data persampahan nasional, pemerintah saat ini sedang membuat platform besar terhadap 514 kabupaten/kota terkait neraca pengelolaan sampah di daerah sehingga jika ada data lengkap tersebut, maka intervensi akan lebih mudah. (Ant/OL-12)
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved