Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendukung pembahasan RUU Praktek Psikologi untuk menjadi UU. Dia mengungkapkan bahwa banyak orang membutuhkan layanan psikologi lantaran sangat berhubungan erat dengan kesehatan fisik manusia.
"Semakin kita mendalami ilmu sains dari psikologi dan hubungan dengan kesehatan fisik kita semakin sadar bahwa sebenarnya dampak terbesar dari kesehatan fisik kita adalah apa yang terjadi di otak kita," ungkapnya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (25/5).
Menurutnya, psikologi menjadi penentu terbesar pada kesehatan masyarakat di luar hal-hal yang sifatnya genetik. Psikologi bisa dibilang sama pentingnya dengan profesi kesehatan lain dan psikologi sendiri sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Lantas, sangat diperlukan regulasi terkait psikologi. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan layanan psikologi yang profesional dan berkualitas.
Baca juga : Rasio Piskolog dengan Jumlah Penduduk di Indonesia Masih Timpang
"Di siai lain juga kita membutuhkan layanan psikologi yang inklusif dan terjangkau. Jadi keseimbangan kedua aspek ini sama pentingnya, bahwa banyak orang membutuhkan layanan psikologi dan gak semua orang mampu untuk bayar tarif-tarif yang sangat mahal. Dan kita harus memastikan ada standar profesionalisme dan kualitas yang bisa ditentukan," tuturnya.
Nadiem berharap RUU Praktek Psikologi bisa mewujudkan dan menjaga marwah profesi psikologi. Dia mengingatkan bajwa tujuan dari RUU tersebut adalah untuk menciptakan kesehatan mental masyarakat serta kenerpihakan RUU pada profesionalisme, kulaitas, inklusi dan juga terkjangkau.
Kemendikbudristek pun sepakat dengan 5 isu utama atau krusial yang akan di bawa ke Panja. Keliam isu itu adalah layanan praktek psikologi, pendidikan dan tenaga psikolog, tata kelola penjaminan mutu, kemitraan dan pembiayaan, dan organisasi profesi (OL-7)
Nadiem Makarim ungkap kesedihan jalani puasa & Lebaran pertama di rutan akibat kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Simak detail lengkap sidangnya.
SIDANG perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Mulyatsah menyatakan dirinya merasa dijebak oleh atasannya saat itu, Eks Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam sidang dugaan korupsi Chromebook
TIM Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap fakta dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Persidangan lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook pada Senin (02/03) lalu, kembali membuka fakta-fakta baru yang memperjelas isu harga pasar dan menepis dugaan kerugian negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved