Selasa 25 Mei 2021, 23:17 WIB

RUU Praktek Psikologi, Nadiem: Banyak Orang Butuh Layanan Psikolog

Faustinus Nua | Humaniora
RUU Praktek Psikologi, Nadiem: Banyak Orang Butuh Layanan Psikolog

Dok. Getty Images
Ilustrasi layanan psikologi

 

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mendukung pembahasan RUU Praktek Psikologi untuk menjadi UU. Dia mengungkapkan bahwa banyak orang membutuhkan layanan psikologi lantaran sangat berhubungan erat dengan kesehatan fisik manusia.

"Semakin kita mendalami ilmu sains dari psikologi dan hubungan dengan kesehatan fisik kita semakin sadar bahwa sebenarnya dampak terbesar dari kesehatan fisik kita adalah apa yang terjadi di otak kita," ungkapnya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa (25/5).

Menurutnya, psikologi menjadi penentu terbesar pada kesehatan masyarakat di luar hal-hal yang sifatnya genetik. Psikologi bisa dibilang sama pentingnya dengan profesi kesehatan lain dan psikologi sendiri sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Lantas, sangat diperlukan regulasi terkait psikologi. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan layanan psikologi yang profesional dan berkualitas.

Baca juga : Rasio Piskolog dengan Jumlah Penduduk di Indonesia Masih Timpang

"Di siai lain juga kita membutuhkan layanan psikologi yang inklusif dan terjangkau. Jadi keseimbangan kedua aspek ini sama pentingnya, bahwa banyak orang membutuhkan layanan psikologi dan gak semua orang mampu untuk bayar tarif-tarif yang sangat mahal. Dan kita harus memastikan ada standar profesionalisme dan kualitas yang bisa ditentukan," tuturnya.

Nadiem berharap RUU Praktek Psikologi bisa mewujudkan dan menjaga marwah profesi psikologi. Dia mengingatkan bajwa tujuan dari RUU tersebut adalah untuk menciptakan kesehatan mental masyarakat serta kenerpihakan RUU pada profesionalisme, kulaitas, inklusi dan juga terkjangkau.

Kemendikbudristek pun sepakat dengan 5 isu utama atau krusial yang akan di bawa ke Panja. Keliam isu itu adalah layanan praktek psikologi, pendidikan dan tenaga psikolog, tata kelola penjaminan mutu, kemitraan dan pembiayaan, dan organisasi profesi (OL-7)

Baca Juga

Ist

Dari Hasil Penelitian, Ada Perbedaan Nilai Perorangan dan Budaya Bangsa

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:18 WIB
Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Edie Toet Hendratno mengtaakan hal ini mengindikasikan adanya ketidakselarasan antara...
MI/ Abdillah M Marzuqi

BPJPH Pantau Ekosistem Industri Halal

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:00 WIB
BPJPH berupaya meningkatkan layanan jaminan produk halal dengan upaya proaktif, kreatif, dan...
DOK Sinar Mas Land.

BBQ 2021: Ratusan Anak Berlomba Membaca Al-Qur'an secara Virtual

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 18:35 WIB
Dalam penyelenggaraannya, Sinar Mas Land melalui YMSML bekerja sama dengan Yayasan Mama Papa mengajak para peserta membaca Al-Qur'an...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya