Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CUKA sari apel telah dikenal khasiatnya untuk kesehatan. Adapun cuka terbuat dari sari apel yang difermentasikan. Penggunaan cuka sari apel untuk obat maupun bahan makanan sudah dilakukan sejak ratusan tahun.
Setidaknya, ada enam khasiat kesehatan yang direkomendasikan peneliti dari cuka sari apel.
1. Kaya zat menyehatkan
Cuka sari apel dibuat melalui dua proses. Pertama, apel yang telah dihancurkan ditambahkan dengan ragi. Lalu, kandungan gula dalam apel berubah menjadi alkohol. Kemudian, penambahan bakteria yang memfermentasi alkohol dan merubahnya menjadi asam asetat.
Asam asetat yang menjadi komponen utama cuka memberikan aroma dan rasa masam yang kuat. Para peneliti percaya cuka sari apel yang mengandung 5-6 asam asetat bermanfaat untuk kesehatan.
Baca juga: Nutrisi dan Pencernaan Sehat Kunci Daya Tahan Tubuh Kuat
Cuka sari apel yang tidak disaring juga mengandung zat yang disebut 'ibu'. Adapun ibu cuka ini terdiri dari protein, enzim dan bakteri baik yang membuat tampilan cuka menjadi keruh.
2. Membantu membunuh bakteria berbahaya
Cuka dapat membunuh bakteri patogen. Masyarakat sudah lama menggunakan cuka untuk membersihkan dan membasmi kuman, seperti jamur kuku, kutu, kutil dan infeksi telinga.
Bahkan, bapak kesehatan moderen, Hipokrates, telah menggunakan cuka untuk membersihkan luka sejak dua ribu tahun lalu. Cuka juga dikenal sebagai pengawet makanan. Berdasarkan penelitian, cuka bisa menghambat pertumbuhan bakteri E. coli yang dapat membuat makanan basi.
3. Menurunkan kadar gula darah dan mengatur diabetes
Cuka diyakini kuat bisa membantu pasien diabetes tipe 2, yang memiliki ciri kadar gula darah tinggi. Tingginya kadar gula darah bagi pasien diabetes tipe 2 disebabkan resitensi insulin atau ketidakmampuan memproduksi insulin.
Baca juga: Rajinlah Puasa dan Ketahui Banyak Manfaatnya untuk Tubuh
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cuka mampu menambah sensitivitas insulin antara 19-34%. Ketika seseorang makan makanan yang tinggi karbohidrat. Sementara itu, cuka mampu menurunkan 31,4% kadar gula darah di antara lima orang sehat, setelah memakan 50 gram roti putih.
4. Membantu menurunkan berat badan
Khasiat cuka untuk menurunkan berat badan dapat dimungkinkan. Sebab, cuka dapat meningkatkan rasa kenyang. Sehingga, orang tersebut akan mengonsumsi sedikit kalori.
Berdasarkan penelitian, mengonsumsi cuka bersama makanan tinggi karbohidrat membuat seseorang makan 200-275 kalori lebih sedikit seharian.
Penelitian lain yang mengambil sampel 175 orang dengan obesitas, menunjukkan konsumsi cuka sari apel setiap hari dapat mengurangi berat badan dan merampingkan lemak di perut.
Baca juga: Ini Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan
Konsumsi 1 sendok makan (15 ml) cuka sari apel bisa mengurangi 1,2 kg. Sementara itu, mengonsumsi 2 sendok makan (30 ml) dapat menurunkan berat hingga 1,7 kg. Namun, perlu dicatat bahwa hasilnya baru akan terlihat selama 3 bulan lebih.
5. Meningkatkan kesehatan kulit
Sari cuka apel sudah umum dipakai untuk mengatasi kondisi kulit yang kering maupun eksim. Penggunaaan sari cuka apel dapat menyeimbangkan pH kulit secara alami.
Untuk mengatasi eksim, sari cuka apel sebagai antibakterial dapat mencegah infeksi kulit. Ini lebih baik ketimbang menggunakan sabun alkalin maupun pembersih, yang justru memperparah kondisi.
Meski cuka sari apel banyak mengandung khasiat untuk kesehatan, penggunaan yang berlebih juga membahayakan. Bahkan, konsumsi cuka tidak direkomendasikan terhadap kondisi tertentu, seperti maag dan masalah ginjal.(OL-11)
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
PAFI Kabupaten Kaur menekankan pentingnya penelitian ilmiah untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat herbal.
Buah umumnya memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan vitamin, mineral, serat, dan air yang penting bagi kesehatan tubuh.
Buah memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan air, vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lain yang penting bagi kesehatan tubuh.
Penyakit hati merupakan masalah yang terus berkembang, dan kondisi ini dapat disembuhkan dengan pendekatan yang tepat.
Memperingati World Health Day 2025 Harris Puri Mansion mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan buah-buahan segar kepada ibu hamil di Posyandu Dahlia 1.
PROGRAM Agroforestri di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) pada lahan seluas 1.000 ha diimplementasikan sebagai strategi optimalisasi lahan tidur dan pencegahan kerusakan lingkungan.
Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya stroberi dan jeruk ternyata dapat mencegah dan mengatasi kurang darah atau anemia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved