Minggu 16 Mei 2021, 16:36 WIB

Ini Aturan Pengetatan Perjalanan Pasca Mudik Lebaran

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Ini Aturan Pengetatan Perjalanan Pasca Mudik Lebaran

Antara
Ilustrasi

 

PENGETATAN perjalanan setelah peniadaan mudik lebaran akan diberlakukan pada 18-24 Mei 2021. Aturan ini mengacu pada Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul FItri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Virus Covid-19 Selama Ramadhan 1442 H.

Dalam Addendum untuk perjalanan darat dengan moda pribadi harus melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.

"Semua moda transportasi sama, kalau darat akan diperbanyak random testing," kata Adita saat dihubungi, Minggu (16/5).

Masyarakat yang ingin menggunakan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Stasiun Kereta Api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Baca juga : Lonjakan Kasus Covid-19 akan Ganggu Pemulihan Ekonomi

Untuk perjalanan transportasi laut dan perjalanan penyeberangan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

"Khusus perjalanan rutin dengan moda transportasi laut untuk pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan namun akan dilakukan tes acak apabila diperlukan," ujarnya.

Untuk perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

"Selain itu, syarat kesehatan berlaku 1x24 jam dan tidak dibutuhkan surat keterangan tugas atau surat kepala desa," jelas Adita.

Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan

Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Destyan Sujarwoko

Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Anda Dirawat di Rumah Sakit

👤Henry Hokianto 🕔Rabu 16 Juni 2021, 06:26 WIB
Dua dosis vaksin covid-19 Pfizer/BioNtech bisa menghentikan kebutuhan para pasien untuk dirawat di rumah sakit hingga 96%. Sedangkan vaksin...
Antara/Noviran Arbi

Hingga 15 Juni, Ada 1.423 Bencana Alam Terjadi di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 03:40 WIB
Berdasarkan keterangan dari BNPB, kejadian bencana alam yang mendominasi adalah banjir, diikuti puting beliung, tanah longsor, serta...
Dok. LaSalle College Jakarta

Asah Kreativitas Mahasiswa, LaSalle College Hadirkan Sistem Kuliah Hy-Flex

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 01:07 WIB
Saat ini kreativitas dalam desain merupakan kunci sebagai aset dan investasi, baik jika dilihat dari sebuah keterampilan serta keahlian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya