Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Sandiaga Wanti-wanti Pergerakkan Masif Warga saat Libur Lebaran

Insi Nantika Jelita
10/5/2021 17:37
Sandiaga Wanti-wanti Pergerakkan Masif Warga saat Libur Lebaran
Menparekraf Sandiaga Uno(Antara)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga mewanti-wanti pergerakan warga yang luas dengan masih nekat pulang kampung di masa peniadaan mudik dari 6 hingga 17 Mei.

Pasalnya, selama lima hari digelarnya penyekatan masa larangan mudik lebaran 2021, Polri telah memutarbalikkan 104.370 ribu kendaraan hingga Senin (10/5) dengan 381 titik pos penyekatan yang disiapkan aparat.  

"Saya sampaikan protokol kesehatan harus diterapkan ketat dan disiplin. Jangan sampai yang dikhawatirkan ada pergerakan secara masif mendekati lebaran dan bisa (berpotensi) melanggar peraturan pemerintah," ujar Menparekraf dalam Weekly Briefing Media secara virtual, Senin (10/5).

Sandiaga pun meminta partisipasi masyarakat agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes), bahkan saat mengunjungi tempat wisata yang ada di daerah masing-masing. Pihaknya pun menegaskan bakal memberikan sanksi bagi tempat wisata yang diketahui melanggar ketentuan prokes.

Baca juga : 70 Ribu Bed Covid-19 Disiapkan Antisipasi Ledakan Usai Lebaran

"Kami menyampaikan jika destinasi wisata menjadi hadir sebagai risiko peningkatan covid-19, tidak segan-segan kami akan memberikan rekomendasi untuk ditutup," tegasnya.

Sandiaga mencontohkan, seperti kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memutuskan tetap mengizinkan tempat wisata membuka operasional saat libur Lebaran Idul Fitri 2021 dengan kapasitas 25% hingga 30%.

Hal itu diketahui berdasarkam Surat Edaran Disparekraf DKI Nomor 81/SE/2021 tentang operasional tempat wisata atau rekreasi pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/ 2021 di masa pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kepatuhan (prokes) ini menjadi kepastian agar destinasi wisata bukan menjadi pemicu klaster baru. Pemerintah akan memantau dengan Satgas yang akan mengkoordinasikan, kepolisan pun juga hadir. Tapi, kembali ke masyarakat sendiri, mereka harus sadar kita belum bisa mengatasi covid-19 (secara terkendali)," pungkas Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. (OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya