Senin 10 Mei 2021, 02:39 WIB

KH Embay Mulya Syarief: Islam Agama Peduli Sosial

mediaindonesia.com | Humaniora
KH Embay Mulya Syarief: Islam Agama Peduli Sosial

ANTARA/dokumentasi pribadi
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (Ketum PB MA) K.H. Embay Mulya Syarief.

 

KETUA Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (Ketum PB MA) Kiai Haji Embay Mulya Syarief mengatakan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang sangat menekankan kasih sayang dan peduli sosial.

"Bagaimana bisa umat Islam begitu saja melihat saudara-saudara kita, misalnya harus kelaparan akibat kemiskinan mereka yang akhirnya bisa jadi terpapar paham-paham radikal intoleran," kata K.H. Embay Mulya Syarief di Jakarta, Minggu (9/5), dalam keterangan tertulis yang diterima Antara.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, kata dia, pernah menyatakan kaadal faqru an yakuuna kufran yang artinya bahwa kemiskinan itu, kefakiran itu akan menjerumuskan seseorang pada kekufuran.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Embay, Nabi Muhammad saw. bersabda irhamu man fil ardi, yarhamkum man fissamaa yang artinya sayangi yang ada di bumi, maka niscaya engkau akan disayangi oleh yang ada di langit.

"Jadi, sebetulnya 'kan tidak seberapa umat Islam membayar zakat, seperti zakat fitrah, misalnya, itu tidak seberapa, kemudian muslim membayar zakat mal. Pada dasarnya 'kan harta itu bukan punya kita. Kita ini tidak punya apa-apa karena semua hanya milik Allah," tuturnya.

Kiai Embay mengatakan, "Lahuma fissamawati wama fil ardi, artinya semuanya yang ada di langit dan di bumi ini adalah kepunyaan Allah."

Oleh sebab itu, dia menyampaikan bahwa harta yang dititipkan kepada manusia itu oleh Allah diwajibkan untuk diberikan (dizakatkan) hanya sebesar 2,5 persen dari yang mereka miliki.

"Nah, oleh karena itu, 'kan keterlaluan, orang yang sudah diberikan begitu banyak tetapi tidak melakukan zakat," kata pria yang juga merupakan salah satu tokoh penggagas berdirinya Provinsi Banten ini.

Pria yang juga anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten itu mencontohkan seseorang yang memiliki harta sebesar Rp100 juta maka 2,5 persen wajib untuk memberikannya kepada orang lain.

Sementara itu, kata dia, ongkosnya itu 97,5 persen. Ongkos kirim dari Allah ini jauh lebih besar, padahal yang disuruh untuk disampaikan itu hanya 2,5 persen yang sisanya 97,5 persen itu untuk yang mengirimkan (memberikan zakat).

"Jadi, logikanya seperti itu. Jadi, sebetulnya zakat itu tidak ada susahnya, tinggal orang menyadari bahwa rezeki itu datang dari Allah, kepunyaan Allah," kata mantan Ketua Bidang Ekonomi PB Mathla'ul Anwar ini.

Selain itu, ulama kelahiran Pandeglang, Banten, 4 Maret 1952 itu juga berpesan bahwa seseorang dalam beribadah itu tentunya juga harus berilmu.

Menurut dia, jika ibadah itu tanpa ilmu, lalu bisa mengaji dengan semangat tinggi, sementara ilmunya kurang, yang terjadi adalah bukan tidak mungkin yang bersangkutan akhirnya bisa membuat bom bunuh diri dan segala macam itu.

"Semangatnya tinggi tetapi ilmunya kurang. Nah, maka dari itu, teruslah belajar menuntut ilmu, menuntut ilmu dalam Islam itu hukumnya wajib mulai dari dalam kandungan sampai ke liang lahat. Tidak boleh merasa bahwa saya sudah pintar, saya sudah tahu segala macam," katanya menegaskan.(Ant/OL-09)

Baca Juga

ANTARA/Destyan Sujarwoko

Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Anda Dirawat di Rumah Sakit

👤Henry Hokianto 🕔Rabu 16 Juni 2021, 06:26 WIB
Dua dosis vaksin covid-19 Pfizer/BioNtech bisa menghentikan kebutuhan para pasien untuk dirawat di rumah sakit hingga 96%. Sedangkan vaksin...
Antara/Noviran Arbi

Hingga 15 Juni, Ada 1.423 Bencana Alam Terjadi di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 03:40 WIB
Berdasarkan keterangan dari BNPB, kejadian bencana alam yang mendominasi adalah banjir, diikuti puting beliung, tanah longsor, serta...
Dok. LaSalle College Jakarta

Asah Kreativitas Mahasiswa, LaSalle College Hadirkan Sistem Kuliah Hy-Flex

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 01:07 WIB
Saat ini kreativitas dalam desain merupakan kunci sebagai aset dan investasi, baik jika dilihat dari sebuah keterampilan serta keahlian...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya