Sabtu 08 Mei 2021, 16:50 WIB

Tersangka Kasus Kayu Merbau Ilegal Aru Segera Disidangkan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Tersangka Kasus Kayu Merbau Ilegal Aru Segera Disidangkan

KLHK
PEMIMPIN Koperasi Serba Usaha (KSU) Cendrawasih, WD, 49, tersangka kasus kayu merbau ilegal dari Kepulauan Aru segara disidang.

 

PENYIDIK Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jabalnusra segera menyerahkan WD, 49, pemimpin Koperasi Serba Usaha (KSU) Cendrawasih, tersangka kasus kayu merbau ilegal dari Kepulauan Aru dan barang bukti 4.832 batang kayu merbau, kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk segera disidangkan.

Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra Muhammad Nur, menyebut WD ditangkap oleh penyidik Gakkum KLHK di Ambon pada Selasa (18/5). Kemudian dibawa penyidik ke Surabaya. Saat ini WD ditahan di Rutan Polda Jawa Timur.

"WD adalah pemimpin KSU Cendrawasih perusahaan kayu di Jalan Rabiajala RT 001/RW 004 Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulaupulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru," sebut Muhammad Nur dalam rilisnya, Sabtu (8/5).

KLHK menyatakan, setelah berkas penyidikan dinyatakan lengkap pada 7 Mei 2021. Kasus ini segera disidangkan. Hasil penyidikan, pemeriksaan saksi dan ahli, dan bukti kuat yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kayu ilegal dan menyalahgunakan dokumen SKSHHKO (Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan).

WD akan dikenakan Pasal 88 Ayat 1 Huruf c Jo. Pasal 15 Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman hukum pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2,5 miliar.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam penanganan perkara ini," sebut Muhammad Nur.

Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani, mengingatkan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh WD ini telah merugikan negara dan merusak ekosistem serta kawasan hutan di Kepulauan Aru di Maluku. Untuk itu, pelaku kejahatan seperti ini harus dihukum seberat-beratnya, baik pidana penjara maupun denda, agar ada efek jeranya.

Rasio Sani menambahkan bahwa kami sudah memerintahkan para penyidik untuk mendalami keterlibatan pelaku lainnya. Karena kejahatan kayu illegal ini merupakan kejahatan terorganisir.

"Terkait dengan kejahatan kayu illegal, dalam beberapa tahun ini KLHK telah menindak 527 kasus, mengamankan 39.000 m3 kayu. Kami tidak akan berhenti untuk menindak pelaku kejahatan seperti ini," jelasnya

Diungkapkannya, perkara ini adalah hasil pengembangan informasi dari masyarakat terkait pengiriman kayu merbau ilegal dengan kapal KM Darlin Isabel, dari Kepulauan Aru ke Surabaya, melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Berdasarkan informasi tersebut Tim Gakkum KLHK melakukan operasi penindakan dan menyita 4.832 batang kayu merbau dan surat SKSHHKO dari kapal Darlin Isabel.

"Hasil pemeriksaan fisik kayu-kayu itu tidak sesuai dengan dokumen yang ada," terangnya.

Pada saat ini penyidik KLHK sedang mendalami kasus lainnya terkait kayu illegal berasal dari Kepulauan Aru lainnya, dengan tersangka JH, 38, pimpinan CV Mutiara Tanjung yg beralamat di Jl. Djalabil, RT/RW 001/004, Desa Siwalima, Kec. Pulau-pulau Aru, Kab. Kepulauan Aru yang diangkut dengan kapal KM Asia Ship.

"Kami mengapresiasi laporan masyarakat terkait dengan kasus ini, peran aktif masyarakat sangat penting untuk keberhasilan penegakan hukum serta penyelamatan lingkungan hidup dan kawasan hutan," pungkas Rasio Sani. (H-2)

Baca Juga

AFP

WHO: Omicron Tidak Lebih Parah dari Varian Covid-19 Lainnya

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 08 Desember 2021, 19:06 WIB
Ryan juga mengatakan sangat tidak mungkin bahwa Omicron dapat sepenuhnya menghindari perlindungan yang diberikan oleh vaksin covid-19 yang...
MI/Cri Qanon Ria Dewi

Djarum Foundation Hijaukan Ruas Tol Trans Sumatra

👤Cri Canon Ria Dewi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 17:24 WIB
Target penanaman di ruas Tol Trans Sumatra hingga akhir 2021 sebanyak 15.000 pohon...
Antara/Dedhez Anggara.

100 Jutaan Warga Indonesia telah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 08 Desember 2021, 17:16 WIB
Vaksinasi dosis lengkap menjadi syarat perjalanan dari dan ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya